Guru Besar UNAIR Minta Presiden Prabowo Tangani Polemik Ijazah Jokowi, Usulkan Bentuk Tim Independen
Hadiyya QurrataAyyuun June 09, 2026 12:42 PM

Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Henri Subiakto meminta Presiden Prabowo Subianto turut menangani polemik ijazah Jokowi.

Bahkan sebagai jalan keluar, pihaknya mengusulakn pembentukan tim independen untuk melakukan pemeriksaan objektif.

Mengutip Tribunnews pada (9/6), hal itu diutarakan olehnya dalam sebuah tayangan podcast di kanal YouTube Refly Harun pada Senin (8/6/2026).

Henri menegaskan bahwa Presiden harus turun tangan dan bersikap peduli terhadap masalah tersebut, bukannya membiarkannya begitu saja.

Menurutnya, korban dalam kasus ini bukan hanya mereka yang kini berstatus sebagai tersangka, melainkan nama baik Indonesia yang menjadi taruhannya.

"Presiden harus turun tangan dan harus aware, jangan dibiarkan begitu saja. Karena korbannya bukan hanya mereka-mereka yang sekarang menjadi tersangka. Korbannya adalah Indonesia, nama baik Indonesia taruhannya," kata Henri dalam podcast bersama dalam YouTube Refly Harun, Senin (8/6/2026).

Sehingga, ia menilai bahwa jalan keluarnya harus melibatkan solusi dari negara.

Di mana, Presiden Prabowo sendiri yang merupakan representasi utamanya.

"Maka dari itu, jalan keluarnya memang harus melibatkan solusi dari negara. Dan representasi dari negara tidak lain adalah Presiden itu sendiri," ujarnya.

Lebih lanjut, Henri secara pribadi mengusulkan penyelesaian di luar pengadilan (out of court).

Yaitu dengan membentuk Tim Independen yang diisi oleh akademisi dan ahli forensik netral.

Tim tersebut nantinya bertugas untuk meneliti keaslian ijazah sekaligus meluruskan latar belakang sejarah Jokowi.

"Saya pribadi mengusulkan jalan keluar out of court, yaitu dibentuk sebuah Tim Independen yang diisi oleh akademisi dan ahli forensik netral untuk meneliti keaslian ijazah sekaligus meluruskan latar belakang sejarah Pak Jokowi," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.