BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Guna meningkatkan sinergi dalam penanganan bencana, Emergency Pulau Laut Kotabaru resmi membentuk Tim Respon Cepat (TRC) serta menjalin kerja sama antar desa se-Kecamatan Pulau Laut Timur.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Langkang Baru, Kecamatan Pulau Laut Timur. Sabtu, 06 Juni 2026.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan respon darurat yang lebih cepat, tepat, dan terpadu di wilayah dengan karakteristik geografis yang rawan bencana, seperti kebakaran hutan dan abrasi.
Ketua Umum Emergency Pulau Laut Kotabaru, Muhammad Rizky, menyatakan pembentukan TRC didorong urgensi kebutuhan akan pelayanan cepat yang harus tiba di lokasi dalam waktu kurang dari 15 menit.
Mengingat jarak tempuh dari pusat kabupaten yang cukup jauh, sinergi lintas instansi menjadi kunci utama.
Baca juga: Jaksa Tangkap Staf ESDM Kalsel, Dugaan Pemerasan Izin Usaha Pertambangan di Tabalong
Baca juga: Geram, Warga Robohkan Gubuk Tempat Tinggal 2 Tersangka Begal Pembunuh Ustazah Hasanah di Banjarbaru
"Kami menyadari aksesibilitas di beberapa desa di Pulau Laut Timur cukup menantang. Dengan adanya TRC dan MoU kerja sama ini, kami ingin memastikan setiap elemen mulai dari Puskesmas, Polsek, Koramil, hingga relawan desadapat berkoordinasi secara realtime saat terjadi peristiwa,'' ucapnya, Selasa (9/6/2026.
Ditekankannya, ini adalah wujud komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Langkang Baru, Karji, turutmemberikan dukungan penuh dalam usuran kemanusiaan ini.
Menurutnya, keberadaan TRC di tingkat kecamatan sangat membantu operasional dan pelayanan di tingkat desa.
"kami sangat menyambut pembentukan ini. Kami menyadari musibah bisa datang kapan saja, terutama di wilayah kita yang rentan akan kebakaran maupun kecelakaan," ucapnya Dengan adanya koordinasi yang lebih tertata antara relawan dan instansi terkait melalui TRC ini, masyarakat akan merasa jauh lebih tenang karena bantuan bisa datang lebih cepat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan,Marina Yuliarti turut mengapresiasi inisiatif ini sebagai perpanjangan tangan BPBD di lapangan.
"Kami sangat mendukung dan berharap ke depannya, tidak hanya di Pulau Laut Timur, tetapi di kecamatan-kecamatan lain juga ada inisiatif serupa," sebut Marina.
Diketahui, sepanjang akhir 2025 hingga pertengahan 2026 inu, sejumlah peristiwa kebakaran terjadi di kawasan Pulaulaut Timur.
Sayangnya, belum ada unit pemadam terdekat yang memadai. Sedangkan BPK dari Ibukota Kabupaten terbilang jauh, sekitar 30 km. Sehingga dinilai kurang efektif dalam upaya pemadaman.
Seperti kebakaran di Desa Langkang Baru, Desa Berangas, Desa Bekambut, hingga yang terbaru di Desa Sejakah.
Pembentukan TRC sendiri digarapkan jadi solusi kongkret dengan memebebrdayakan relawan setempat yang dibekali pelatihan dan alat operasional yang memadai.
(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)