Marak Penipuan Digital dan Judi Online, Pemkab Bengkulu Tengah Perkuat Literasi Keuangan Warga
Hendrik Budiman June 09, 2026 12:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Maraknya kasus penipuan berbasis digital dan praktik judi online menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah.

Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai risiko tersebut, Pemkab Bengkulu Tengah memperkuat literasi keuangan melalui edukasi perbankan digital kepada organisasi masyarakat (ormas).

Upaya itu dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi perbankan berbasis digital yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bengkulu Tengah bekerja sama dengan OJK, Bank Bengkulu Cabang Karang Tinggi, dan Amitra, Selasa (9/6/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkulu Tengah, Tomi Marisi, mengatakan perkembangan teknologi telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam layanan keuangan.

Namun di sisi lain, masyarakat juga dihadapkan pada ancaman kejahatan digital yang semakin beragam.

Karena itu, menurut Tomi, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai layanan perbankan digital menjadi penting agar tidak mudah menjadi sasaran penipuan maupun aktivitas ilegal lainnya.

"Kita harapkan dengan kegiatan ini masyarakat mendapatkan tambahan pengetahuan dan wawasan tentang perbankan berbasis digital. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat bisa terhindar dari hal-hal seperti penipuan online dan lain sebagainya," kata Tomi.

Ia menjelaskan, transformasi layanan perbankan saat ini telah memungkinkan berbagai transaksi dilakukan secara digital tanpa harus datang ke kantor bank.

Selain mempermudah masyarakat, sistem tersebut juga dinilai lebih efisien karena layanan dapat menjangkau daerah-daerah yang jauh tanpa harus membangun kantor cabang baru.

"Pelayanan perbankan sekarang sudah bisa diarahkan ke digital. Tidak lagi harus datang langsung ke bank, cukup melalui aplikasi. Ini tentu lebih mudah, efektif dan efisien bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Bengkulu Tengah, Tandri Donin, mengatakan peserta kegiatan berasal dari berbagai organisasi masyarakat yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Menurutnya, ormas dipilih karena memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat hingga tingkat bawah.

"Kita memberikan pengetahuan kepada masyarakat melalui perwakilan ormas, terutama terkait literasi keuangan dan perbankan. Harapannya, informasi yang mereka dapatkan bisa diteruskan kembali kepada masyarakat," kata Tandri.

Ia menambahkan, edukasi mengenai perbankan digital menjadi semakin penting di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital.

Melalui pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan tidak mudah terjebak penipuan online, judi online maupun berbagai modus kejahatan digital lainnya yang kini semakin marak.

"Harapan kita masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi perbankan dengan baik untuk bertransaksi dan mengurangi berbagai risiko. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat juga akan lebih waspada terhadap penipuan yang saat ini banyak terjadi," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.