TRIBUNJATIMTIMUR.COM - PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai merealisasikan salah satu program prioritas daerah di bidang kesehatan dengan membangun klinik kesehatan pondok pesantren.
Program tersebut diawali dari Pondok Pesantren Besuk yang diproyeksikan menjadi percontohan layanan kesehatan berbasis pesantren di Kabupaten Pasuruan.
Wakil Bupati Pasuruan KH Shobih Asrori mengatakan, penguatan layanan kesehatan di lingkungan pondok pesantren merupakan bagian dari 33 program prioritas yang saat ini sedang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya para santri yang jumlahnya mencapai ribuan orang.
Baca juga: 23 SPPG di Kabupaten Bondowoso Tidak Beroperasi, Penyebabnya Anggaran Belum Cair
“Program kesehatan pondok pesantren menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Untuk tahap awal, Pondok Pesantren Besuk akan menjadi percontohan pembangunan klinik kesehatan pesantren,” kata Gus Shobih, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun ini Pemkab Pasuruan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp900 juta untuk pembangunan gedung poliklinik di lingkungan pondok pesantren tersebut.
Keberadaan fasilitas itu diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan bagi santri sekaligus masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pesantren.
Nantinya, klinik tersebut akan beroperasi layaknya fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan dukungan tenaga kesehatan profesional.
Pemerintah daerah juga menyiapkan skema pengelolaan yang terintegrasi dengan sistem pelayanan kesehatan yang sudah berjalan.
“Kepala kliniknya tetap dari unsur ASN bidang kesehatan. Fasilitas dan pelayanannya seperti klinik pada umumnya, sehingga bisa dimanfaatkan oleh santri maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.
Gus Shobih menuturkan, pembangunan klinik kesehatan pesantren tidak berdiri sendiri. Program tersebut telah dirancang terhubung dengan program beasiswa kesehatan yang selama ini diberikan Pemerintah Kabupaten Pasuruan kepada putra-putri daerah.
Melalui program itu, Pemkab menyiapkan calon tenaga kesehatan dari kalangan santri maupun masyarakat melalui jalur beasiswa.
Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan diberi kesempatan mengabdi di klinik-klinik kesehatan pesantren yang dibangun pemerintah.
Dengan konsep tersebut, pemerintah berupaya menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia sekaligus menyediakan ruang pengabdian bagi para lulusan.
“Hulunya kami siapkan melalui program beasiswa kesehatan. Setelah lulus, mereka bisa mengabdi di klinik kesehatan pesantren. Jadi antara penyiapan SDM dan layanan kesehatannya saling terhubung,” jelasnya.
Baca juga: Nakes RSUD dr Koesnadi Bondowoso Dipukul Keluarga Pasien, Dokter Yusdeny Ungkap Fakta
Menurut Gus Shobih, model pengembangan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pelayanan kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Selain meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi santri, keberadaan klinik juga diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan masyarakat sekitar yang selama ini membutuhkan akses layanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
“Pemerintah ingin memastikan pesantren mendapatkan dukungan yang memadai, termasuk di bidang kesehatan. Harapannya, keberadaan klinik ini bisa memberikan manfaat yang luas bagi santri maupun masyarakat,” pungkasnya.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)