Kejar Haji di Usia Prima, Gen Z Batang Rela Nabung Bertahun-tahun Demi Nomor Porsi
muslimah June 09, 2026 01:10 PM

Kejar Haji di Usia Prima, Gen Z Batang Rela Nabung Bertahun-tahun Demi Nomor Porsi

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Fenomena baru mulai terlihat di Kabupaten Batang, jika dahulu ibadah haji identik dengan usia lanjut, kini generasi z justru berbondong-bondong mendaftar haji sejak usia muda. 

Bukan sekadar mengikuti tren religius, mereka sadar panjangnya antrean keberangkatan membuat pendaftaran dini menjadi investasi ibadah jangka panjang.

Lonjakan minat itu terlihat di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Batang dalam beberapa pekan terakhir. 

Anak-anak muda datang membawa berkas pendaftaran, sebagian bahkan baru beberapa tahun menikah dan masih merintis usaha. 

Mereka rela menabung bertahun - tahun demi mendapatkan nomor porsi haji lebih awal.

Satu di antaranya pasangan muda asal Kecamatan Blado, Krisna Abdul Yusuf (27) dan Nurul Istiqomah (26). 

Pasangan suami istri tersebut berhasil mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji setelah menyisihkan hasil usaha mereka selama dua tahun.

Bagi keduanya, keputusan mendaftar di usia muda bukan semata mengejar status mampu, melainkan strategi agar dapat menjalankan ibadah haji saat kondisi fisik masih kuat.

“Kalau daftar sekarang estimasi berangkatnya sekitar 26 tahun lagi. Jadi nanti saat berangkat umur kami masih relatif kuat untuk menjalankan semua rangkaian ibadah haji,” kata Krisna kepada Tribunjateng, Selasa (9/6/2026). 

Pasangan muda itu mengaku mengumpulkan dana sedikit demi sedikit hingga akhirnya memiliki tabungan Rp50 juta untuk mendapatkan porsi haji berdua. 

Setelah resmi mendapat nomor antrean, mereka pun berencana kembali menabung untuk biaya pelunasan di masa mendatang.

“Karena masih lama, kami lanjut menyiapkan biaya pelunasan dari sekarang. Apalagi kemungkinan biaya haji juga bisa naik,” ujarnya.

Fenomena meningkatnya minat haji usia muda juga dibenarkan petugas layanan Bank Muamalat di Kantor Kementerian Haji Batang, Rizky Yoga. 

Sejak awal Juni saja, pihaknya telah membantu sekitar 60 calon jemaah memperoleh porsi haji dengan rentang usia 20 hingga 50 tahun.

Menurutnya, mayoritas pendaftar muda datang dengan kesadaran sendiri tanpa dorongan orang tua. 

Mereka mulai memahami bahwa antrean panjang membuat pendaftaran dini menjadi langkah penting.

“Sekarang banyak anak muda yang berpikir realistis. Kalau daftar nanti-nanti, usia berangkat bisa terlalu tua,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Batang, Siti Mahmudah, menilai tingginya minat generasi z menjadi sinyal meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini.

Selama Mei 2026, tercatat sekitar 200 warga Batang mendaftar untuk memperoleh nomor porsi haji dan mayoritas berasal dari kalangan usia muda.

“Didominasi generasi z. Mereka mulai sadar bahwa haji itu ibadah fisik, sehingga persiapan sejak muda menjadi pilihan terbaik,” ucap Siti. 

Dia bahkan menyarankan orang tua yang memiliki kemampuan finansial agar mulai mendaftarkan anak sejak usia 12 tahun. 

Dengan masa tunggu sekitar 26 tahun, calon jemaah diperkirakan bisa berangkat saat usia masih produktif dan fisik lebih prima.

“Kalau daftar usia 12 tahun, kemungkinan berangkat sekitar usia 39 tahun. Itu masih sangat ideal untuk menjalankan ibadah haji,” tutupnya. (Ito) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.