TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kolaborasi artistik terjalin antara manajemen Persib dengan Grey Art Gallery lewat peluncuran agenda kebudayaan bertajuk "Cultura Persib". Langkah ini diambil guna mengulik kembali rekam jejak, nilai filosofis, hingga warisan historis yang mengikat erat klub sepak bola legendaris tersebut dengan dinamika sosial warga Kota Kembang.
Bertempat di ruang pamer Grey Art Gallery yang berlokasi di kawasan ikonik Braga, Kota Bandung, helatan ini dijadwalkan menyapa publik mulai 8 Juni sampai dengan 10 September 2026.
Kehadiran ruang eksibisi ini berfungsi sebagai wadah penghormatan atas konsistensi tim kebanggaan Jawa Barat tersebut yang telah mengakar dan berkembang bersama ekosistem pendukungnya selama lebih dari sembilan puluh tahun.
Ajang kreasi ini sekaligus menjadi momentum refleksi atas catatan gemilang Persib Bandung yang sukses merengkuh takhta tertinggi kompetisi kasta utama sepak bola Indonesia selama tiga periode beruntun, masing-masing pada musim 2023/2024, 2024/2025, serta 2025/2026. \
Catatan emas tersebut mengukuhkan posisi armada Maung Bandung sebagai tim perdana dalam lembaran sejarah era Liga 1 yang sanggup mencatatkan gelar juara berturut-turut sebanyak tiga kali (three-peat).
Bukan sekadar deretan angka statistik di papan skor, supremasi tersebut lahir dari buah konsistensi, sinergi kerja keras, serta sokongan masif dari seluruh elemen penyokong tim. Oleh sebab itu, lewat perpaduan medium seni visual dan ekspresi kebudayaan, Cultura Persib menyodorkan sudut pandang baru yang lebih komprehensif kepada masyarakat, memandang institusi olahraga ini tidak terbatas pada lingkaran lapangan hijau, melainkan ruang peleburan berbagai narasi, nilai moral, kreativitas, hingga memori kolektif lintas masa yang terus diwariskan.
Di sepanjang periode pameran berjalan, mata pengunjung akan dimanjakan oleh 95 materi karya serta objek bersejarah yang menyuarakan spektrum luas seputar linimasa tim, dinamika sosiologis kultur Bobotoh, identitas kultural Kota Bandung, hingga transformasi klub dari dekade ke dekade.
Pilihan karya yang dipajang meliputi rupa seni murni, gubahan instalasi visual, lukisan dinding (mural), dokumentasi arsip masa lalu, jajaran benda memorabilia, deretan jersi sarat sejarah, hingga penataan bilik tematik khusus yang menuntun langkah pemirsa melintasi sejarah antargenerasi.
Guna menghadirkan pengalaman berkesan yang lebih dinamis, Cultura Persib turut mengagendakan serangkaian program interaktif bagi masyarakat luas. Aktivitas penunjang seperti sesi diskusi santai, wicara edukatif (talkshow), ajang temu komunitas, hingga lokakarya kreatif sengaja disiapkan demi mempertajam wawasan pemirsa sekaligus membuka keran dialog konstruktif yang menjembatani ranah seni, olahraga, dan pergerakan akar rumput.
Sebagai representasi wadah peleburan budaya, proyek ini menggandeng puluhan perupa, kreator konten, serta kolaborator lintas disiplin melalui tiga jalur kerja sama, yakni Invitation Artist (seniman undangan), Open Call Artist (seleksi terbuka), dan Contribution Artist (kontributor sukarela).
Melalui kepatuhan estetika yang beraneka ragam, para partisipan menerjemahkan esensi perjalanan, prinsip dasar, sekaligus DNA kultural yang melekat kuat pada tubuh Persib dan masyarakat akar rumput setianya.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat sekaligus Manajer Persib, H. Umuh Muchtar, mengutarakan bahwa pergelaran Cultura Persib merupakan sebuah apresiasi tulus atas perjalanan panjang yang ditempuh tim bersama seluruh elemen yang menghidupkan ekosistem sepak bola Bandung selama ini.
"Pencapaian yang diraih Persib dalam beberapa musim terakhir bukan hanya milik klub, melainkan milik seluruh Bobotoh dan masyarakat yang selama ini tumbuh bersama Persib. Karena itu, Cultura Persib kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan perjalanan tersebut bersama-sama," ujar Umuh dalam kegiatan pembukaannya.
Melalui pameran ini, ia mengatakan pihaknya ingin mengajak publik melihat bahwa di balik setiap pertandingan dan trofi, terdapat sejarah, nilai, kreativitas, serta ikatan emosional yang telah membentuk hubungan kuat antara Persib, Kota Bandung, dan masyarakatnya.
"Persib selalu memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat. Selama puluhan tahun, klub ini tidak hanya menghadirkan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, kebanggaan, dan kehidupan sosial masyarakat Bandung dan Jawa Barat," lanjutnya.
Momentum ini menjadi semakin bermakna karena berlangsung setelah musim yang bersejarah dan akan ditutup menjelang dimulainya Super League 2026/2027. Ia berharap Cultura Persib dapat menjadi jembatan antara pencapaian yang telah diraih dengan semangat baru untuk menghadapi perjalanan berikutnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Grey Art Gallery, Grace Christianti, memaparkan jika gagasan Cultura Persib didasari oleh realitas objektif bahwa klub sepak bola ini telah menjelma sebagai salah satu pilar kebudayaan paling masif di Kota Bandung.
"Kami melihat Persib sebagai salah satu fenomena budaya paling berpengaruh yang dimiliki Kota Bandung. Kehadirannya tidak hanya dirasakan di stadion, tetapi juga hidup dalam berbagai ruang sosial dan kreatif masyarakat," tuturnya.
Melalui keterlibatan para seniman, kreator, dan kontributor dari berbagai latar belakang serta hadirnya 95 karya dan objek dalam pameran ini, pihaknya ingin memperlihatkan bagaimana Persib telah menjadi sumber inspirasi yang melampaui sepak bola dan berkembang menjadi bagian dari identitas budaya kota.
Pemilik Grey Art Gallery, Elia Yoesman, turut melayangkan harapan agar ruang pamer Cultura Persib mampu menjadi titik temu yang merekatkan untaian sejarah, ekspresi artistik, kolektif komunitas, serta beraneka generasi pendukung, sekaligus menyajikan impresi alternatif mengenai sisi lain klub kepada khalayak luas.
"Kami merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Persib dalam menghadirkan program ini. Terlebih, pameran ini hadir pada momentum yang sangat istimewa setelah klub mencatatkan pencapaian bersejarah yang akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan sepak bola Indonesia," sebut Elia.
Apresiasi tinggi juga datang dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang melayangkan pujian bagi manajemen klub dan pihak galeri atas inisiasi ruang edukasi kultural berbasis kesenian ini. Erwan menegaskan bahwa entitas sepak bola tersebut memang telah mengakar kuat menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas harian warga, tak hanya di lingkup Kota Bandung, melainkan menyelimuti konstelasi Jawa Barat secara menyeluruh.
Agenda ekshibisi Cultura Persib sengaja dihamparkan selama lebih dari triwulan penuh. Durasi panjang ini ditujukan agar memberikan kelonggaran waktu bagi para pendukung setia maupun kalangan umum dalam menyerap esensi estetis dari ratusan pajangan, lembaran dokumen tua, serta jalinan kisah yang menyusun pondasi berdirinya klub.
Di samping berperan sebagai ruang kontemplasi atas dinamika prestasi tim, penyelenggaraan agenda ini juga diposisikan sebagai medium transisi yang menghubungkan kesuksesan kompetisi musim 2025/2026 dengan menyongsong petualangan baru di kancah Super League 2026/2027.
Lebih mendalam dari sekadar sekat ruang pameran statis, Cultura Persib merepresentasikan area perjumpaan harmonis antara aspek historis, daya cipta, serta rasa persaudaraan. Sebuah realitas yang menegaskan bahwa kebesaran sebuah tim tidak sekadar dipahat lewat selebrasi kemenangan di rumput hijau, namun juga disangga oleh rajutan cerita, memori emosional, dan rasa kepemilikan yang dipupuk bersama basis massanya.
Melalui perhelatan ini, kedua belah pihak penyelenggara menaruh harapan besar agar masyarakat luas dapat lebih menyelami, mengerti, hingga merasakan metamorfosis sebuah institusi olahraga hingga mampu mengintervensi karakter sosiologis sebuah kota. Alasan fundamental itulah yang membuat klub ini tetap kokoh berdiri menembus usia sembilan dekade, mengalir sebagai urat nadi identitas Bandung, dan senantiasa diwariskan menuju generasi-generasi masa depan.
Seremonial pembukaan pameran ditandai secara simbolis lewat prosesi penyingkapan tirai penutup patung para tokoh besar, yakni Indra M. Thohir, Djadjang Nurdjaman, Bojan Hodak, dan H. Umuh Muchtar. Maestro seni patung Ridwan "Iwonk" Solehuddin selaku sang kreator mendampingi para figur legendaris tersebut saat membuka tirai, terkecuali Bojan Hodak yang berhalangan hadir di lokasi.
Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Jajaran Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Kuswara S. Taryono, delegasi penggawa tim, beserta deretan tamu undangan VIP lainnya.
Panduan Lengkap Kunjungan dan Informasi Pengunjung
Bagi publik yang ingin mengapresiasi dan berkunjung ke ruang pameran, berikut adalah detail operasional serta panduan resmi yang berlaku:
Nama Eksibisi: Cultura Persib
Lokasi Ruang Pamer: Grey Art Gallery, Kawasan Braga, Kota Bandung
Periode Kunjungan Umum: 9 Juni sampai dengan 10 September 2026
Ketentuan Tarif Tiket Masuk (HTM):
Hari Kerja (Weekdays / Senin–Jumat): Rp25.000 per orang
Akhir Pekan (Weekends / Sabtu–Minggu): Rp35.000 per orang
Catatan Penting bagi Pengunjung: Informasi berkala mengenai rincian jadwal pelaksanaan diskusi panel, wicara edukatif, agenda kumpul komunitas (gathering), dan aktivitas publik interaktif lainnya akan dirilis secara berkala melalui kanal digital serta akun media sosial resmi milik Persib dan Grey Art Gallery.