Pose Foto di Papan, Remaja Meninggal imbas Jatuh dan Tenggelam di Laut Bulukumba
Latif Ghufron Aula June 09, 2026 01:11 PM

Elmi Febrianti (17), warga Kelurahan Bontokamase, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah hampir sehari dinyatakan hilang di laut.

Jasad korban ditemukan Tim SAR Gabungan pada Senin (8/6/2026) malam, sekitar 1,5 kilometer dari titik awal korban terjatuh ke laut di kawasan Tebing Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bontobahari.

"Korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak penemuan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian," ujar Kepala BPBD Bulukumba, Andi Hasbullah.

Korban diduga terseret arus dan gelombang kuat hingga terbawa jauh dari lokasi jatuh. Setelah dievakuasi, jenazah Elmi langsung dibawa ke rumah duka di Kelurahan Bontokamase untuk disemayamkan.

Terseret Ombak saat Berfoto

Peristiwa tragis itu bermula pada Minggu (7/6/2026), saat Elmi bersama sejumlah kerabat berkunjung ke objek wisata Tebing Apparalang yang dikenal dengan panorama laut dan tebing karangnya yang eksotis.

Seperti kebanyakan wisatawan lainnya, mereka menikmati pemandangan laut lepas dan mengabadikan momen di berbagai sudut wisata yang menjadi favorit pengunjung.

Namun suasana liburan yang semula penuh keceriaan berubah menjadi kepanikan dalam hitungan detik.

Usai berfoto di sejumlah spot, Elmi bersama rekannya turun ke lantai papan kayu yang berada di atas batu cadas, tepat di bibir tebing yang langsung menghadap laut.

Saat korban berdiri di bagian ujung papan untuk berfoto, cuaca di kawasan tersebut dilaporkan sedang kurang bersahabat. Angin laut bertiup kencang dan ombak besar datang silih berganti menghantam tebing.

"Ia terjatuh saat foto-foto di ujung lantai papan kayu saat cuaca ekstrem," kata pengelola Tebing Apparalang, Amiruddin.

Saksi menyebutkan gelombang besar tiba-tiba menghantam area bawah tebing bersamaan dengan hembusan angin yang kuat.

Korban kehilangan keseimbangan lalu terjatuh ke laut.

Berusaha Bertahan Sebelum Hilang

Sesaat setelah jatuh, Elmi masih terlihat berusaha bertahan di tengah gelombang yang menggulung.

Namun korban diketahui tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai untuk menghadapi ganasnya ombak laut lepas.

Tubuhnya terus terbawa arus menjauh dari tebing. Sejumlah pengunjung dan warga yang berada di lokasi hanya bisa menyaksikan dari kejauhan.

Derasnya arus serta tingginya ombak membuat upaya penyelamatan secara langsung nyaris mustahil dilakukan.

Beberapa saksi bahkan merekam detik-detik korban terombang-ambing di tengah laut sebelum akhirnya menghilang dari pandangan.

Rekaman tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menyita perhatian publik.

Setelah korban hilang, rekan-rekannya segera meminta bantuan dan menyebarkan informasi darurat melalui media sosial untuk mempercepat proses pencarian.

Tim SAR Gabungan yang menerima laporan langsung melakukan operasi pencarian sejak hari kejadian.

Setelah penyisiran selama berjam-jam di tengah kondisi perairan yang menantang, korban akhirnya ditemukan pada Senin malam.

Penemuan itu sekaligus mengakhiri harapan keluarga yang sejak Minggu terus menunggu kabar baik dari proses pencarian.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.