TRIBUNLOMBOK.COM - Piala Dunia 2026 hampir pasti menjadi penampilan Lionel Messi yang terakhir bersama Argentina.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni menyiapkan transisi generasi selepas era La Pulga.
Setelah kabar cedera saat membela Inter Miami, Messi akhirnya dipastikan masuk dalam skuad.
Musim ini bersama Inter Miami, Messi mencetak 13 gol dan 7 assist dari 13 pertandingan atau berkontribusi di 20 gol tim dalam setengah musim.
Sebelumnya, musim 2024/2025 ia tampil dalam 49 laga dengan 43 gol dan 26 assist, sebelum mengakhirinya dengan gelar MLS pertama dalam sejarah klub.
Baca juga: Hasil Drawing Piala Dunia 2026: Messi di Grup J, Ronaldo di Grup K, Jalur Menuju Trofi Terungkap
Argentina tidak bergantung pada satu nama Messi meski satu nama itu tetap yang paling menentukan.
Buktinya, penggemar di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur sudah menyiapkan jersey khusus Argentina untuk sang penerus masa depan.
"Saya sudah belikan anak saya jersey untuk menyambut piala dunia ini," kata pendukung Argentina, Zarwandi saat ditemui di Kecamatan Pringgasela pada Senin (8/6/2026).
Wandi mengungkapkan jersey Argentina sesuai dengan idolanya, Messi.
"Ya saya suka sama Messi, setelah anak saya, saya juga akan beli nanti," terang Wandi.
Sejumlah pemuda di Kecamatan Suela juga berencana mengadakan nobar dengan konsep layar tancap.
"Biar ada Euforia nya, kita sudah berencana untuk nobar di gang ini," tutur Muhammad Nuh.
Bergabung bersama Messi di lini depan, Lautaro Martinez dan Julian Alvarez menambah opsi kreativitas klinis.
Lini belakang diperkuat kombinasi pengalaman dan kualitas Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Otamendi, Gonzalo Montiel, dan Nicolas Tagliafico.
Di lini tengah, segitiga Rodrigo De Paul, Alexis MacAllister, dan Enzo Fernandez tetap menjadi mesin permainan yang menghubungkan pertahanan dengan serangan, menjaga keseimbangan, dan memberi ruang bagi Messi untuk beroperasi.
Scaloni memasukkan delapan pemain debutan di Piala Dunia salah satunya, Nico Paz, gelandang berusia 21 tahun milik Real Madrid yang bersinar bersama Como 1907 di Serie A Italia.
Musim ini ia mencetak 13 gol dan 8 assist dari 40 pertandingan, menjadi pilar kunci bagi Como yang berhasil menembus Liga Champions di bawah asuhan Cesc Fabregas.
Tujuh debutan lainnya antara lain Valentin Barco (21), Giuliano Simeone (23), Facundo Medina (27), Nicolas Gonzalez (28), Jose Manuel Lopez (25), Leonardo Balerdi (27), dan Juan Musso (32).
Tidak semua nama lolos seleksi akhir Scaloni. Nama-nama seperti Alejandro Garnacho (Chelsea), Franco Mastantuono (Real Madrid), dan Marcos Senesi termasuk yang terlempar dari skuad.
Di atas kertas, perjalanan fase grup Argentina tampak tidak terlalu berat.
Tim Tango ditempatkan di Grup J bersama Aljazair, Yordania, dan Austria.
Ketiganya adalah lawan yang secara peringkat dan kekuatan berada di bawah juara bertahan.
Argentina yang memasuki turnamen sebagai juara bertahan akan selalu menjadi sasaran setiap tim yang ingin menciptakan kejutan.
(*)