Dinkes Takalar Perkuat Peran Kader dan Duta Assamaturu untuk Percepat Eliminasi TBC 2030
Ansar June 09, 2026 01:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar terus memperkuat upaya percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC).

Salah satunya melalui kegiatan Refreshing Kader dan Duta Assamaturu di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, Jalan H Padjonga Daeng Ngalle, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat kapasitas kader dan tenaga kesehatan dalam mendukung target Eliminasi TBC Tahun 2030.

Puluhan peserta yang tergabung dalam Duta Assamaturu mengikuti kegiatan itu dengan antusias.

Mereka berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Takalar dan terdiri atas tenaga kesehatan serta kader kesehatan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan penyegaran materi terkait deteksi dini, pencegahan, pendampingan pasien, hingga strategi pengendalian Tuberkulosis di tingkat masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr Nilal Fauziah, M.Kes, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi inovasi Assamaturu Bebas TBC.

Program itu merupakan proyek perubahan yang digagasnya dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diselenggarakan Pusjar SKMP LAN RI.

Menurutnya, semangat Assamaturu atau kebersamaan menjadi kunci utama dalam mempercepat pengendalian TBC di Kabupaten Takalar.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, pemerintah daerah berupaya meningkatkan penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, serta menekan angka penularan di masyarakat.

“Melalui gerakan Assamaturu atau kebersamaan, kami berharap seluruh komponen masyarakat dapat terlibat aktif dalam upaya penanggulangan TBC. Dengan dukungan kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, target Eliminasi TBC Tahun 2030 dapat tercapai,” ujar dr Nilal.

Dalam program tersebut, para Duta Assamaturu dipersiapkan menjadi pendamping minum obat bagi pasien TBC.

Peran itu dinilai sangat penting untuk memastikan pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga dinyatakan sembuh.

Selain itu, para kader juga dibekali kemampuan sebagai agen promotif dan preventif di lingkungan masing-masing.

Mereka bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya TBC, cara pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan dan pengobatan sejak dini.

Tidak hanya itu, kader dan tenaga kesehatan juga didorong aktif melakukan skrining atau deteksi dini terhadap kasus-kasus yang berpotensi muncul di tengah masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan sekaligus mencegah penyebaran penyakit secara lebih luas.

Para Duta Assamaturu juga memiliki peran dalam penyusunan laporan layanan TBC sebagai bagian dari sistem pemantauan dan evaluasi program kesehatan daerah.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, H Sapri Daeng Joa, yang menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan.

Menurutnya, keterlibatan aktif kader dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menemukan kasus lebih cepat serta memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan kerja sama semua pihak. Karena itu, kader dan Duta Assamaturu harus menjadi ujung tombak di lapangan, mulai dari edukasi, deteksi dini, hingga pendampingan pasien agar tidak putus berobat,” katanya.

Ia menjelaskan, kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat merupakan salah satu faktor utama keberhasilan pengobatan TBC.

Karena itu, keberadaan pendamping minum obat memiliki peran strategis dalam mencegah kegagalan pengobatan maupun resistensi obat.

“Melalui kegiatan penyegaran ini, kami ingin memastikan seluruh kader memiliki pemahaman yang sama dan keterampilan yang memadai sehingga mampu menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan Takalar bebas TBC,” tambahnya.

Kegiatan Refreshing Kader dan Duta Assamaturu menjadi langkah strategis Dinas Kesehatan Takalar dalam memperkuat jaringan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Dengan dukungan seluruh elemen, program Assamaturu Bebas TBC diharapkan mampu mempercepat pencapaian target Eliminasi TBC Tahun 2030 sekaligus mewujudkan masyarakat Takalar yang lebih sehat dan produktif. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.