TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU TIMUR - Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya kembali melanjutkan agenda konsolidasi dan silaturahmi dengan pemerintah daerah di kawasan Tana Luwu.
Setelah sebelumnya bertemu Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, di Masamba, rombongan BPP DOB kali ini bersilaturahmi dengan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di kediaman pribadinya di Malili.
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua BPW Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali, yang juga dipercaya sebagai Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Momentum itu bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Luwu Timur.
Dalam kesempatan tersebut, BPP DOB Luwu Raya memaparkan perkembangan terbaru perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Berbagai tahapan yang telah dilalui turut disampaikan, termasuk pemenuhan persyaratan administratif sesuai ketentuan perundang-undangan.
Hasbi Syamsu Ali mengatakan kunjungan itu bertujuan melaporkan progres perjuangan sekaligus meminta masukan dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Menurutnya, Luwu Timur merupakan salah satu daerah yang masuk dalam cakupan wilayah Provinsi Luwu Raya.
"Kami melaporkan perkembangan yang telah dicapai sekaligus meminta dukungan dan masukan dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur," kata Hasbi kepada Tribun-Timur.com, Selasa (9/6/2026).
Dalam pertemuan itu juga dilakukan penandatanganan surat persetujuan Kabupaten Luwu Timur sebagai bagian dari cakupan wilayah Daerah Persiapan Provinsi Luwu Raya.
Hasbi menjelaskan, dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat dukungan administratif terhadap pembentukan daerah otonom baru.
Ia menambahkan, Bupati Luwu Timur turut memberikan sejumlah masukan strategis terkait langkah-langkah lanjutan yang perlu dipersiapkan.
Masukan tersebut mencakup kesiapan tahapan pembentukan provinsi baru hingga aspek pendanaan untuk mendukung percepatan proses perjuangan.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menilai keberhasilan pembentukan daerah otonom baru tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen dan dukungan politik.
Menurutnya, kesiapan sumber daya dan dukungan pendanaan juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sejak awal.
"Kita harus memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik dan didukung sumber daya yang memadai agar perjuangan ini memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil," ujarnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan pengurus organisasi kemasyarakatan.
Di antaranya Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf UMI, Prof Mansyur Ramly, Ketua Pembina Yayasan Tociung Luwu, Dr Annas Boceng yang juga Rektor Universitas Andi Djemma (Unanda), serta Baharuddin Solongi selaku Wakil Ketua BPP KKLR dan Pengawas Tociung Luwu-Unanda.
Hadir pula Prof Hatta Fattah, Prof Lambang Basri Hamzah Jalante, Baharman Supri, Abd Rahman Nur, Dr Sukriming Sapareng, Ibrahim Bija, serta sejumlah pengurus KKLR dan tim Universitas Andi Djemma.
Pertemuan di Malili ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi BPP DOB Provinsi Luwu Raya dalam memperkuat dukungan lintas kabupaten di kawasan Tana Luwu.
Di tengah peringatan HUT ke-23 Kabupaten Luwu Timur, agenda tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan daerah dan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya terus berjalan beriringan.
Harapannya, pembentukan provinsi baru dapat mendorong percepatan pembangunan, pemerataan pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan Tana Luwu.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana