Polisi Selidiki Kasus Wisatawan Tewas di Objek Wisata Tebing Apparalang, Pengelola Dipanggil
Ansar June 09, 2026 01:21 PM

TRIBUNBULUKUMBA.COM, BONTOBAHARI - Reskrim Polres Bulukumba, Sulawesi Selatan menyelidiki kasus tenggelam seorang wisatawan Elmi Febrianti (17).

Polisi akan memeriksa pengelola objek wisata Apparalang terkait peristiwa itu.

"Kita akan panggil pengelola mintai keterangan terkait kejadian itu," kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Andi Imran Hamid, Selasa (9/6/2026).

Polisi juga menunggu laporan resmi pihak keluarga korban.

Namun jika hingga hari ini belum ada laporan maka polisi akan memanggil sendiri pihak pengelola.

Temuan di lapangan, tidak ada alat pengaman yang disiapkan pengelola.

Termasuk tidak ada lifeguard atau penjaga keselamatan di area Tebing Apparalang.

Imran juga menegaskan bahwa, tidak cukup papan bicara yang berisi himbauan.

Apalagi jika terdapat risiko dibebankan kepada pengunjung sendiri.

"Pengelola kan tarik retribusi, maka ia wajib menjaga keselamatan pengunjung," kata Andi Imran.

Dan jika proses penyelidikan tidak ditemukan fasilitas tersebut, termasuk alat  pelampung dan petugas keselamatan, maka pengelola dapat dikenakan pidana.

Karena itu polisi mulai hari ini akan memanggil pengelola untuk klarifikasi.

Sementara pengelola Objek Wisata Apparalang, Amiruddin belum menanggapi hal tersebut saat dikonfirmasi TribunBulukumba.com.

Sementara ini polisi menutup spot selfi di Tebing Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bonrobahari.

Spot foto selfi ini ditutup pasca adanya wisatawan jatuh dan tewas tenggelam.

Polisi juga telah memasang police line di tangga jembatan kayu spot selfi itu. 

Kronologi Kejadian

Awalnya, Elmi Febrianti berwisata ke Tebing Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bontobahari bersama kerabatnya.

Di lokasi itu, rekan Elmi tampak seperti biasa.

Mereka menikmati pemandangan tebing Apparang.

Sempat berfoto di sejumlah spot-spot di objek wisata tersebut.

Usai foto-foto di sejumlah spot, Elmi Febrianti bersama rekannya kemudian turun di lantai kayu batu cadas tepat di atas air tebing Apparalang.

Saat berdiri di ujung papan itu, ia terhempas angin laut saat berada di ujung papan, gelombang besar tiba-tiba datang menghantam tiang.

Elmi Febrianti tidak bisa selamat karena tak mampu berenang di tengah gelombang tinggi dan angin kencang.

Saat terjatuh, tubuh Elmi Febrianti semakin jauh terbawah gelombang.

Sehingga warga di Tebing Apparalang tak mampu meraihnya lalu hilang tenggelam dalam hempasan ombak keras.

Sejumlah pengunjung yang berada di lokasi sempat menyaksikan kejadian itu dengan merekam kamera ponsel.

Korban dilaporkan masih terlihat berusaha bertahan di tengah gelombang sebelum akhirnya terseret arus ke perairan yang lebih jauh.

Namun, derasnya arus dan tingginya ombak membuat upaya pertolongan sulit dilakukan.

Rekan korban maupun pengunjung lainnya tidak berani turun ke laut karena kondisi perairan yang berbahaya serta keterbatasan kemampuan berenang di laut lepas.

Beberapa saksi bahkan merekam detik-detik korban saat terombang-ambing di tengah laut.

Rekaman video tersebut kemudian beredar luas dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Setelah korban hilang dari pandangan, rekan-rekannya berupaya meminta bantuan dengan menyebarkan informasi darurat melalui media sosial guna mempercepat proses pencarian oleh tim penyelamat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.