Pemeriksaan Super Ketat Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, Timnas Senegal Diperiksa Bak Penjahat
Muhammad Nursina Rasyidin June 09, 2026 01:25 PM

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang Piala Dunia 2026, sorotan publik tidak hanya tertuju pada persiapan tim-tim peserta di lapangan, tetapi juga pada prosedur keamanan ketat yang diterapkan di Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah turnamen.

Sebuah video yang viral di media sosial, diunggah oleh akun X (Twitter) TotalFooball, memperlihatkan proses pemeriksaan ketat terhadap delegasi Timnas Senegal saat tiba di bandara di Amerika Serikat.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pemain Senegal menjalani pemeriksaan menyeluruh sesaat setelah turun dari pesawat.

Para pemain dan staf diperiksa secara detail, termasuk melepas sepatu, pemeriksaan barang bawaan, hingga pengecekan menggunakan prosedur keamanan tambahan.

Dalam keterangannya, akun TotalFooball menyebut proses tersebut berlangsung berlebihan.

“Delegasi Senegal mendapat perlakuan seperti ini saat tiba di AS. Pemeriksaan menyeluruh di landasan pacu, sepatu dilepas, tas dibalik seperti barang milik penjahat. Ini benar-benar penghinaan dan aib,” tulis akun tersebut.

Selain Senegal, laporan serupa juga datang dari Timnas Uzbekistan yang lebih dulu menjalani rangkaian uji coba di Amerika Serikat.

Dalam salah satu momen yang beredar, seluruh pemain dan staf Uzbekistan diperiksa menggunakan metal detector sesaat setelah turun dari bus tim.

Tak hanya itu, barang bawaan mereka juga diperiksa secara ketat, termasuk menggunakan anjing pelacak untuk memastikan keamanan di sekitar delegasi tim.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari protokol keamanan tinggi yang diterapkan Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko.

Namun, prosedur ini menuai beragam reaksi, terutama di media sosial, karena dinilai terlalu berlebihan terhadap tim peserta.

Di sisi lain, pihak penyelenggara disebut tetap menegaskan bahwa pengamanan ketat diperlukan untuk menjamin keselamatan seluruh peserta, mengingat Piala Dunia merupakan ajang olahraga terbesar di dunia yang melibatkan ribuan atlet, ofisial, dan suporter dari berbagai negara.

Dengan berbagai perhatian yang muncul di luar lapangan, Piala Dunia 2026 kembali menunjukkan bahwa persiapan turnamen tidak hanya soal aspek teknis sepak bola, tetapi juga mencakup isu keamanan dan diplomasi internasional yang kompleks.

Drama di Luar Lapangan Piala Dunia 2026

Berbagai drama di luar lapangan turut mewarnai persiapan Piala Dunia 2026, terutama di Amerika Serikat.

Sejumlah isu mencuat, mulai dari aturan visa, cuaca panas ekstrem, harga tiket yang tinggi, hingga memanasnya hubungan Amerika Serikat dengan Iran.

Mengutip Fox News, terdapat sekitar 75 nama dalam daftar pembekuan visa, dengan 15 di antaranya berasal dari negara peserta Piala Dunia 2026.

Beberapa negara yang disebut masuk dalam daftar tersebut antara lain Brasil, Maroko, Kolombia, Uruguay, Senegal, Ghana, Iran, dan Mesir.

Di sisi lain, harga tiket juga menjadi sorotan.

Sebagai contoh, pada laga pembuka antara Amerika Serikat melawan Paraguay di Inglewood, California, 13 Juni mendatang, tiket kategori 1 barisan depan dilaporkan mencapai 4.105 dolar AS atau sekitar Rp70 juta, dikutip dari ESPN.

Angka ini naik signifikan dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 2.735 dolar AS atau Rp46,7 juta.

Selain itu, faktor cuaca ekstrem juga diperkirakan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain.

Di sejumlah kota tuan rumah seperti Miami, Houston, Dallas, Monterrey, Kansas City, dan Atlanta, suhu diperkirakan bisa mencapai minimal 32 derajat Celsius, dikutip dari BBC.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, beberapa stadion seperti di Houston dan Dallas telah dilengkapi atap yang dapat dibuka-tutup serta sistem pengatur suhu guna mengurangi dampak panas ekstrem.

Kondisi panas ini bahkan sudah mulai dirasakan Timnas Inggris saat menjalani latihan di West Palm Beach, Florida, dengan suhu yang menembus lebih dari 32 derajat Celsius.
 
Drama-drama di luar lapangan tersebut juga turut disorot oleh Adrian dari Spieltag Indonesia yang melakukan podcast di Tribunnews berjudul "SUPER TAKTIK: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia".

"Cuma memang kondisi AS yang banyak perubahan aturan, terutama imigrasi (visa) yang beberapa negara diblacklist," kata Adrian.

"Ditambah tiket pertandingan sangat mahal melebisi edisi sebelumnya di Qatar."

"Ya, ini cukup kontroversial sebelum bergulir, tapi untungnya Meksiko dan Kanada gak ada isu hal-hal tersebut."

"Ditambah hubungannya dengan Iran dengan AS yang belum membaik," tambahnya.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.