TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Provinsi Riau mencatat perkembangan positif dalam pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data BMKG pada Selasa (9/6/2026), tidak ditemukan satu pun titik panas atau hotspot di seluruh wilayah Riau.
Kondisi ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Senin (8/6/2026), BMKG masih mendeteksi 18 hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten, terutama di Rokan Hulu yang menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak.
Kini, seluruh hotspot tersebut tidak lagi terpantau berdasarkan hasil pemantauan satelit terbaru yang dirilis BMKG.
Secara regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera tercatat sebanyak 78 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak yakni 47 titik.
Selanjutnya Aceh mencatat 13 titik panas, Lampung enam titik, Sumatera Utara enam titik, Bengkulu empat titik dan Jambi dua titik.
Di tengah masih munculnya puluhan hotspot di sejumlah provinsi Sumatera, kondisi nihil hotspot di Riau menjadi kabar baik dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Aceh = 13
Bengkulu = 4
Jambi = 2
Lampung = 6
Sumatera Selatan = 47
Sumatera Utara = 6
Riau = NIHIL
(Tribunpekanbaru.com/Alexander)