Kronologi Kronologi Begal Brutal di Renon Denpasar Bali, Korban Dikeroyok dan Motor Dibawa Kabur
Putu Kartika Viktriani June 09, 2026 01:37 PM

TRIBUN-BALI.COM - Aksi pembegalan brutal yang menimpa seorang pemuda asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YAH (24) di kawasan Renon, Denpasar Timur, Bali, kini menjadi atensi serius aparat kepolisian.

Tidak hanya kehilangan sepeda motor, korban juga mengalami luka-luka cukup parah setelah dikeroyok secara membabi buta oleh komplotan pelaku yang menggunakan modus “sesama orang timur” untuk mengelabui korbannya.

Peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut terjadi di Jalan Cok Agung Tresna Nomor 126, tepatnya di depan rumah makan Ayam Goreng Saudi, Renon, Denpasar Timur, pada Senin 8 Juni 2026 sekitar pukul 03.40 WITA.

Kasus dugaan pencurian dengan kekerasan itu kini telah resmi dilaporkan dengan nomor Dumas/203/VI/2026/SPKT.Unit Reskrim/Polsek Dentim/Resta Dps/Polda Bali.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, memastikan jajaran Polsek Denpasar Timur saat ini tengah bergerak melakukan penyelidikan intensif untuk memburu para pelaku yang melarikan diri usai melakukan aksi kekerasan terhadap korban.

"Benar, Polsek Denpasar Timur telah menerima laporan dari korban dan saat ini petugas tengah melakukan penyelidikan intensif terkait kejadian tersebut untuk mengungkap identitas dan menangkap para pelaku," ujar Iptu Gede Adi, pada Selasa 9 Juni 2026.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula ketika korban YAH bersama seorang temannya baru saja selesai bermain biliar di kawasan Jalan Tukad Batanghari sekitar pukul 03.00 WITA.

Saat itu korban mengendarai sepeda motor Honda GL warna hitam milik rekannya berinisial U untuk pulang menuju tempat tinggal mereka.

"Saat itu korban bersama temannya baru saja selesai bermain biliar di kawasan Jalan Tukad Batanghari dan berniat untuk pulang sekitar pukul 03.00 WITA," ujarnya.

Namun situasi berubah mencekam ketika korban melintas di kawasan Jalan Cok Agung Tresna. Korban tiba-tiba didekati dua pria tak dikenal yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario CW.

Menurut polisi, kedua pelaku diduga sengaja menggunakan logat khas Indonesia Timur guna memancing rasa percaya korban.

Modus itu terbukti berhasil membuat korban lengah.

"Para pelaku ini menggunakan modus operandi yang terencana. Mereka mendekati korban, lalu salah satunya berkata meminta tolong," bebernya.

Saat korban merespons dan menanyakan maksud pelaku, salah satu dari mereka langsung berkata, “kita sesama orang timur”.

Kalimat tersebut membuat korban merasa iba dan akhirnya menghentikan kendaraannya.

"Kalimat itulah yang membuat korban merasa iba dan memutuskan untuk menghentikan sepeda motornya," jelas Kasi Humas.

Tak lama setelah korban berhenti, teman korban yang berada di dekat lokasi juga ikut menghentikan kendaraannya di posisi sedikit lebih depan. Di saat itulah aksi brutal para pelaku dimulai.

Salah satu pelaku langsung menarik kerah baju korban secara agresif.

Korban sempat berusaha menghindar dan melepaskan diri, namun pelaku justru semakin beringas.

"Pelaku kemudian memutar arah kendaraannya dan kembali memburu korban. Salah satu pelaku bahkan melompat untuk menendang korban," tuturnya.

Korban sempat memberikan perlawanan, namun akhirnya terjatuh setelah menerima serangan bertubi-tubi.

Saat korban sudah tersungkur di jalan, kedua pelaku langsung menghujani tubuh korban dengan pukulan dan tendangan tanpa ampun.

"Tidak berselang lama, datang lagi teman-teman pelaku yang lain ikut mengejar korban dan temannya," urai Iptu Gede Adi.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka fisik yang cukup serius.

Mata kanan korban mengalami lecet dan bengkak akibat pukulan, rusuk kiri membengkak karena tendangan keras para pelaku, serta terdapat luka lecet pada bagian siku tangan kanan.

"Korban YAH mengalami luka fisik yang cukup serius akibat kekerasan di TKP. Mata kanan korban mengalami luka lecet dan bengkak akibat pukulan," jelas Kasi Humas.

"Selain itu, rusuk sebelah kiri korban juga bengkak parah karena ditendang oleh para pelaku, serta terdapat luka lecet pada siku tangan kanannya," imbuhnya.

Setelah korban tidak berdaya, komplotan pelaku langsung menguasai sepeda motor Honda GL warna hitam tahun 2011 milik korban dan membawanya kabur ke arah Jalan Moh Yamin menuju selatan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp17 juta.

Sementara itu, jajaran Polsek Denpasar Timur bersama Polresta Denpasar masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku guna mengungkap identitas seluruh anggota komplotan pembegal tersebut demi menjaga situasi kamtibmas di wilayah Denpasar tetap kondusif.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.