TRIBUNGORONTALO.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo tetap berjalan, namun sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan operasionalnya.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Sulawesi Utara-Gorontalo, Billy Christian Kere, mengatakan bahwa operasional program MBG secara umum masih berlangsung sesuai arahan pimpinan, Nanik Sudaryati Deyang.
Sejauh ini, tidak ada perubahan signifikan pascapergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menegaskan bahwa operasional program tetap berjalan.
"Kalau terkait operasional MBG tetap berjalan sesuai dengan apa yang disampaikan pimpinan baru," kata Billy, Selasa (9/6/2026).
Meski demikian, ia mengakui adanya sejumlah SPPG yang belum dapat beroperasi karena dana yang belum cair.
Menurutnya, persoalan pencairan dana tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara dan Gorontalo, melainkan juga dialami oleh sejumlah daerah lain di Indonesia.
"Kendala saat ini ada beberapa SPPG yang terkendala dengan pencairan dana," ujarnya.
Baca juga: Hari Ini, Pengadilan Negeri Gorontalo Gelar Sidang 36 Perkara, Ini Jadwal Lengkapnya
Billy tidak merinci jumlah SPPG yang terdampak karena kondisi tersebut berubah setiap hari seiring perkembangan pencairan anggaran. Ia menjelaskan bahwa SPPG yang belum menerima dana diminta untuk menghentikan operasional sementara waktu hingga pendanaan tersedia.
"Ketika ada SPPG yang terkendala pencairan dana, itu untuk sementara jangan dulu operasional karena belum ada uangnya kan," jelasnya.
Menurut Billy, operasional dapat kembali dilanjutkan setelah dana yang dibutuhkan masuk ke rekening penyelenggara. Ia juga menanggapi isu efisiensi anggaran yang belakangan menjadi perhatian di lingkungan BGN.
Menurutnya, kebijakan tersebut memang telah disampaikan oleh pimpinan baru BGN, namun hingga kini belum diterapkan di daerah.
Billy mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk resmi terkait bentuk kebijakan yang akan dijalankan.
"Itu baru sekedar penyampaian, belum diberlakukan di daerah, hal itu masih mencari bentuk atau formulasi strategi kebijakan yang baru," katanya.
Ia menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada arahan tertulis yang diterima oleh jajaran pelaksana di daerah.
Saat ini, terdapat 86 unit SPPG yang melayani sekitar 157 ribu penerima manfaat di wilayah Gorontalo.
Di tengah operasional yang masih berjalan, tercatat 12 SPPG masih berstatus ditangguhkan (suspend), sementara beberapa lainnya sedang menunggu pencairan dana untuk dapat kembali beroperasi. (*)