BANJARMASINPOST.CO.ID – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti ratusan anak usia dini di Kabupaten Tanahbumbu, mereka berkumpul untuk unjuk bakat dalam ajang Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke-3 Tahun 2026 yang digelar di Gedung Beraksi Merah Putih, Kabupaten Tanahbumbu, Selasa (9/6/2026).
Terlihat anak-anak memakai baju kreaksi seperti memakai pakain adat jawa, pengantin banjar, penari dan sebagainya mereka terlihat cantik dan menggemaskan.
Kegiatan tahunan yang mengusung tema “PAUD Beraksi: Anak Cerdas, Kreatif, dan Mandiri Menuju Masa Depan Gemilang” ini diikuti oleh sekitar 600 peserta, perwakilan terbaik dari berbagai Satuan PAUD yang tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Tanahbmumbu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanahbumbu, Amiluddin, mengungkapkan bahwa ajang ini melombakan 12 jenis cabang perlombaan.
Baca juga: Pasokan Aman, Antrean BBM di SPBU di Tanahbumbu Lengang
Seluruh pendanaan kegiatan ini bersumber penuh dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tanahbumbu melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan Tahun Anggaran 2026.
“Ini adalah kegiatan rutin tahunan dalam rangka mengapresiasi bakat dan minat anak-anak kita di jenjang PAUD. Lewat kegiatan ini, kita bisa melihat potensi-potensi mereka yang bertujuan untuk pembentukan karakter sejak dini,”ujar Amiluddin kepada Banjarmasinpost.
Dalam kesempatan yang sama, Amiluddin memaparkan perkembangan program jangkauan pendidikan anak usia dini di Bumi Bersujud, saat ini, tercatat ada 326 lembaga PAUD yang tersebar di 154 desa di wilayah Tanahbumbu.
Meski target satu desa satu PAUD terus dikejar, Amiluddin mengakui masih ada wilayah terluar yang belum memiliki fasilitas pendidikan tersebut, seperti Desa Dadap dan Desa Tamunih.
Dinas Pendidikan setempat telah bergerak cepat dengan mengajukan permohonan bantuan pembangunan unit sekolah baru ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat PAUD.
“Alhamdulillah direspons dengan sangat baik. Insya Allah tahun ini juga akan dibangunkan oleh kementerian sebanyak dua unit TK Negeri di Desa Tamunih dan Desa Dadap,” kata Amiluddin.
Selain fokus pada infrastruktur, Amiluddin juga menyoroti persoalan krusial mengenai kesejahteraan para guru PAUD.
Ia membeberkan fakta di lapangan bahwa mayoritas PAUD didirikan oleh yayasan swasta, namun banyak yang statusnya hanya formalitas administrasi tanpa memiliki penghasilan mandiri untuk menggaji guru.
Kondisi tersebut membuat para guru PAUD sangat bergantung pada kebijakan pemerintah daerah, pemerintah Kabupaten Tanahbumbu pun sempat mengangkat mereka menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk memberikan honor daerah, sebelum akhirnya terbentur regulasi yang melarang hal tersebut.
“Agar mereka bisa tetap bertahan di satuan pendidikan, maka yang tadinya dari honor daerah, anggarannya kita alihkan dan pindahkan ke Bantuan Operasional Sekolah atau Bantuan Operasional Pendidikan Daerah,” tutur Amiluddin.
Demi menjaga keberlanjutan kreativitas anak didik, Amiluddin menegaskan program Gebyar PAUD ini akan terus dipertahankan di masa mendatang.
Ia juga menitipkan pesan tegas kepada seluruh dewan juri agar memberikan penilaian secara objektif, jujur, dan profesional.
Bupati Tanahbumbu, Andi Rudi Latif, yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eryanto Rais, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan acara ini.
Menurutnya, Gebyar PAUD bukan sekadar ajang kompetisi mencari pemenang, melainkan sebuah ruang besar untuk kebahagiaan anak-anak.
“Melalui momentum Gebyar PAUD Ke-3 ini, kita tidak hanya sekadar mengadakan perlombaan. Lebih dari itu, ajang ini adalah panggung kegembiraan, ruang bagi anak-anak kita untuk mengeksplorasi bakat, membangun rasa percaya diri, melatih kreativitas, dan belajar bersosialisasi dengan sportivitas yang tinggi,” ucap Eryanto Rais saat membacakan sambutan tertulis Bupati.
Eryanto juga memberikan suntikan motivasi langsung kepada ratusan anak-anak yang tampil mengenakan berbagai kostum menarik khas perlombaan.
“Kalian semua yang berdiri di sini adalah juara. Tunjukkan kreativitas kalian hari ini dengan penuh kegembiraan. Menang atau kalah itu hal biasa, yang terpenting adalah kalian berani tampil, ceria, dan terus belajar bersama teman-teman. Tetap semangat, ya,” katanya menyemangati para peserta.
Di akhir sambutannya, Eryanto menitipkan pesan mendalam kepada para pendidik dan orang tua yang mendampingi anak-anak.
Ia meminta adanya sinergi yang kuat antara pengasuhan di rumah dan pendidikan formal di sekolah agar karakter anak terbentuk secara seimbang.
Baca juga: Jasad Bocah Tenggelam di Kolam Desa Baroqah Tanahbumbu Ditemukan, 10 Meter dari Bibir Tebing Kolam
Langkah ini dinilai sangat penting untuk mewujudkan visi daerah dalam mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas, tetapi juga religius dan beretika.
“Bentuklah karakter anak-anak kita agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi iman dan taqwa yang kokoh, sejalan dengan visi kita bersama BerAKSI Menuju Tanah Bumbu yang Maju Makmur dan Beradab melalui Penguatan Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan,” pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin)