TRIBUNNEWS.COM - Peringatan keras tertuju kepada salah satu bintang paling terang di Timnas Inggris saat ini, Jude Bellingham.
Status Bellingham sebagai pemain tengah andalan Real Madrid ternyata tak memberikan jaminan apapun baginya di Timnas Inggris.
Pelatih Thomas Tuchel menegaskan, secara umum, semua pemain harus berjuang keras mendapatkan kepercayaan darinya.
Untuk saat ini, ia memiliki 14 atau 15 calon pemain starter yang ada di benaknya.
Tuchel tak membantah Bellingham berada satu di antara daftar yang ia miliki tersebut.
Namun pada saat yang sama ia juga tak memberikan jaminan nama Bellingham akan tetap ada di sana.
Baca juga: Pemeriksaan Super Ketat Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, Timnas Senegal Diperiksa Bak Penjahat
Pernyataan Tuchel ini terbukti dari pemilihan pemain yang menempati posisi nomor 10 di formasi 4-2-3-1.
Setelah era Tuchel dimulai, Bellingham baru menempati posisi tersebut dengan cap starter sebanyak 4 kali saja sejak Januari 2025.
Sedangkan tiga kali sisa penampilannya selalu datang dari bangku cadangan.
Seperti yang terjadi ketika Timnas Inggris menjalani uji coba melawan Selandia Baru beberapa waktu lalu.
Bellingham baru dimasukkan di babak kedua untuk menggantikan Jordan Henerson.
Tuchel lebih memilih pemain kreatif Aston Villa, Morgan Rogers, sebagai favoritnya.
Hal itu terbukti dari seringnya Rogers terlibat dalam pertandingan Timnas Inggris sejak era Tuchel.
Pelatih asal Jerman itu sudah memainkan dan memasang Rogers di daftar susunan pemain 12 dari 13 kali pertandingan yang ia tangani.
Rogers juga menjadi satu-satunya pemain yang selalu tampil di 8 pertandingan kualifikasi Piala Dunia bagi Inggris.
Dengan rekor tersebut, persaingan memperebutkan posisi 10 di Timnas Inggris akan sangat ketat.
Pelatih Thomas Tuchel senang dengan adanya persaingan ketat di dalam skuadnya.
Ia juga meminta Bellingham untuk bekerja keras untuk bermain bagi The Three Lions di ajang sepak bola empat tahunan nanti.
"Ya, dia memiliki persaingan luar biasa di dalam skuad," kata Tuchel dikutip dari BBC.
"Dia memang menjadi salah satu pemain yang berpotensi menjadi starter, dia tahu itu, tetapi kami punya 14 atau 15 pemain dengan status yang sama."
"Peran itu bisa selalu berubah, tetapi momen ketika saya berpikir ada 14 sampai 15 pemain yang bisa masuk, Jude menjadi salah satunya," paparnya.
Bellingham hanya absen selama 29 menit sepanjang perjalanan Inggris di Euro 2024 lalu.
Ia menjadi starter dalam ketujuh pertandingan di dalamnya.
Namun, nasibnya berubah ketika Southgate lengser.
Pemain berusia 22 tahun ini melewatkan dua pertandingan kualifikasi pada Septembe lalu karena cedera bahu.
Ia juga tak menjadi pilihan saat Inggris menjalani pertandingan melawan Latvia di babak kualifikasi.
Hubungannya dengan Tuchel kerap menjadi sorotan, dengan sang pelatih pernah menggambarkan perilaku Bellingham di lapangan saat kekalahan dari Senegal pada Juni lalu sebagai repulsive.
Meskipun akhirnya Tuchel meminta maaf, kejadian itu tetap menjadi sebuah sorotan di antara hubungan keduanya.
Meski demikian, Tuchel memuji penampilan Bellingham di pertandingan melawan Selandia Baru lalu.
"Anda bisa melihat Jude jelas memiliki ketegasan dan semangat juang yang kuat," kata Tuchel.
"Itu adalah karakteristik utamanya. Namun, Anda juga bisa melihat bahwa dia baru pulih dari cedera, penuh energi, dan senang bisa kembali bermain di lapangan," lanjutnya.
Dukungan untuk Inggris
Selayaknya tim besar, Timnas Inggris tentu mendapatkan banyak dukungan saat tampil di Piala Dunia 2026 mendatang.
Sebagaimana salah satunya datang dari penjuru Indonesia Timur, tepatnya di Nabire, Papua Tengah.
Adalah John Roy Purba, seorang pecinta sepak bola menaruh harapan besar pada tim nasional Inggris.
Bagi dia, Piala Dunia 2026 kali ini adalah panggung tepat bagi Inggris untuk membuktikan tajinya.
"Inggris punya mental juara, materi pemain hebat, dan dukungan suporter yang luar biasa di seluruh dunia," kata Roy dikutip dari TribunPapuaTengah
(Tribunnews.com/Guruh) (TribunPapuaTengah/Calvin Eluis Erari)