TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo telah mencairkan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota DPRD pada 2 Juni 2026 dengan total anggaran sekitar Rp22,4 miliar.
Kepala Badan Keuangan Kota Gorontalo, Nuryanto, mengatakan pembayaran gaji ke-13 tersebut telah diterima oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, serta anggota DPRD Kota Gorontalo.
Berdasarkan data dari Badan Keuangan Kota Gorontalo, berikut rincian alokasi anggaran dan jumlah penerima gaji ke-13 tahun 2026:
Pegawai Negeri Sipil (PNS): 3.266 orang dengan total anggaran mencapai Rp17.580.243.307.
PPPK Penuh Waktu: 873 orang dengan total anggaran mencapai Rp3.581.296.374.
Anggota DPRD Kota Gorontalo: 30 orang dengan total anggaran mencapai Rp1.245.903.469.
“Kalau kita lihat, PNS (anggarannya) besar ya karena termasuk guru-guru, dinas kesehatan juga termasuk cukup besar,” kata Nuryanto saat ditemui di Kantor Wali Kota Gorontalo, Selasa (9/6/2026).
Nuryanto menjelaskan bahwa pencairan gaji ke-13 ini bertujuan untuk membantu kebutuhan para ASN, khususnya menjelang tahun ajaran baru sekolah.
“Selain memberikan manfaat bagi para pegawai, peredaran dana puluhan miliar rupiah tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan daya beli masyarakat,” katanya.
Baca juga: Dituduh Pungli Soal Aula Rp1,3 Miliar, MTsN 1 Kota Gorontalo Buka Suara
Di sisi lain, PPPK paruh waktu tidak masuk dalam daftar penerima gaji ke-13 tahun ini karena tidak diakomodasi oleh ketentuan yang berlaku. Kebijakan pembayaran tersebut mengacu pada dua regulasi dasar, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2026 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2026.
“Iya jadi memang itu sesuai PP 9 tergantung kebijakan setiap daerah,” tukas Nuryanto.
Kemanfaatan dana ini juga dirasakan langsung oleh pegawai setempat. Ismiyati Haru, seorang ASN yang ditemui TribunGorontalo.com, menegaskan bahwa gaji ke-13 sangat membantu dirinya dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
“Ya memenuhi kebutuhan tentunya. Tapi paling penting ini untuk anak-anak sekolah kan. Ini sudah mulai tahun ajaran baru,” kata dia.
Setiap tahunnya, pertengahan Juli memang menjadi momentum dimulainya tahun ajaran baru bagi anak-anak sekolah.
“Nah Juli nanti anak mau sekolah. Ada yang mau masuk sekolah, tentu keperluannya adalah kebutuhan anak-anak itu. Ini membantu,” tukasnya. (*)