TRIBUNMATARAMAN.COM, MALANG – Video yang memperlihatkan truk operasional Koperasi Desa Merah Putih KDMP mengangkut perangkat sound horeg berukuran besar viral di media sosial. Rekaman video di akun Huda_08 yang menunjuk lokasi di Malang tersebut memicu perdebatan warganet terkait penggunaan aset koperasi desa sejak Minggu (7/6/2026).
Dalam video yang beredar, truk bertuliskan Koperasi Desa Merah Putih terlihat membawa tumpukan speaker dan perlengkapan audio berukuran besar hingga memenuhi bak kendaraan. Muatan itu menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas.
Tak butuh waktu lama, video menyebar di berbagai platform media sosial dan menjadi bahan diskusi publik.
Hingga saat ini belum diketahui pengambilan video Truk Koperasi Desa Merah Putih itu berada di Malang bagian mana.
Baca juga: Kepala Anak Tersangkut Kursi di Kedungwaru Tulungagung, Sang Ibu Hubungi Damkar
Baca juga: PSHT Trenggalek Tegaskan Larang Konvoi saat Sahkan Warga Baru
Kemunculan truk KDMP yang mengangkut sound horeg memunculkan beragam tanggapan.
Sebagian warganet menilai penggunaan kendaraan tersebut wajar selama tidak melanggar aturan dan mendapat izin pihak terkait. Mereka beranggapan aset koperasi dapat dimanfaatkan fleksibel untuk kegiatan masyarakat.
Di sisi lain, banyak warganet mempertanyakan peruntukan kendaraan operasional koperasi desa. Menurut mereka, aset yang dibeli untuk menunjang kegiatan koperasi seharusnya digunakan sesuai fungsi utamanya.
Pantauan TribunMataraman.com, Selasa (9/6/2026) perdebatan memanas karena Koperasi Desa Merah Putih merupakan program penguatan ekonomi desa yang belakangan menjadi perhatian publik.
Fenomena sound horeg bukan kali pertama jadi topik perbincangan di media sosial. Selain dikenal sebagai hiburan rakyat populer di sejumlah daerah Jawa Timur, keberadaan sound horeg juga kerap menuai pro kontra.
Dalam kasus ini, perhatian publik tertuju pada kendaraan yang digunakan. Identitas KDMP yang terpampang jelas pada badan truk membuat publik mempertanyakan kesesuaian penggunaan aset koperasi untuk keperluan tersebut.
Akibatnya spekulasi terus bermunculan di media sosial. Sebagian meminta klarifikasi agar tidak menimbulkan salah paham, sementara lainnya menganggap persoalan tidak perlu dibesar-besarkan selama tidak merugikan pihak tertentu.
Viralnya video ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap penggunaan aset program dan fasilitas publik. Transparansi serta penjelasan jelas dinilai penting untuk menghindari polemik berkepanjangan.
(Rendy Nicko/TribunMataraman.com)