BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) kampus terbaik vokasi di Bangka Belitung mulai menelisik efektivitas produksi pembuatan kompos organik tahap I melalui lahan bekas tambang di Desa Kimak dan Air Jangkang, Sabtu (6/6/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Bestari Saintek 2026 yang melibatkan tim dosen, mahasiswa, serta mitra usaha Startup Pupuk Kompos ANW Organik dalam mengembangkan teknologi pemulihan lahan berbasis bahan organik.
Ketua Periset, Mahmudin mengatakan melalui uji lapangan tim periset ingin mengetahui sejauh mana kompos yang telah diproduksi mampu memperbaiki kondisi tanah bekas tambang sekaligus menunjang pertumbuhan tanaman pangan yang menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan produk kompos pada tahap berikutnya.
Tak hanya itu, pengujian ini sebagai tahapan dalam memastikan kualitas dan efektivitas kompos organik yang telah dibuat dengan difokuskan untuk mendukung budidaya tanaman pangan seperti jagung dan sorgum di lahan yang selama ini tergolong kurang produktif.
"Pengembangan kompos organik perlu terus dilakukan agar manfaatnya mendukung pemulihan lahan bekas tambang dan meningkatkan produktivitas tanaman pangan di wilayah Bangka Belitung," sebut Ketua Periset, Mahmudin, Senin (8/6/2026)
Tak hanya berdampak sektor pertanian, Mahmudin menilai pemanfaatan kompos organik berpotensi membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat melalui pengelolaan dan produksi pupuk berbasis sumber daya lokal.
Bahkan, partisipasi mitra dalam kegiatan produksi kompos tahap pertama sangat mendukung proses produksi agar berjalan lancar sekaligus menjadi sarana transfer pengetahuan mengenai teknik pembuatan kompos organik.
"Dari sisi lain, mengakui efektivitas kompos yang diproduksi belum dapat disimpulkan secara langsung karena pengujian lapangan lahan bekas tambang masih diperlukan untuk memperoleh data yang lebih akurat dan komprehensif," pungkasnya.
Mitra Startup Pupuk Kompos ANW Organik, Anwar mengungkap seluruh rangkaian produksi kompos organik tahap I berjalan sesuai rencana berkat kerja sama yang solid antara tim periset dosen Polman Babel dan mitra utama saling mendukung rehabilitasi lahan bekas tambang sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman pangan
"Dampak positif terhadap perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah, maka temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan formulasi kompos yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lahan bekas tambang dalam mengembangkan pertanian produktif,” tutup Anwar. (*/E0)