TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Minyak goreng kemasan MinyaKita hilang dari peredaran di Kota Jambi.
Produk migor murah andalan warga berpenghasilan menengah ke bawah itu kini sulit ditemukan.
Para ibu rumah tangga hingga pedagang kecil resah, karena MinyaKita jadi barang langka.
Di sejumlah toko dan pasar tradisional, termasuk pedagang di Pasar Angso Duo Jambi yang merupakan pasar terbesar di provinsi, rak yang biasanya dipenuhi MinyaKita kini kosong.
Warga terpaksa memutar otak agar dapur tetap mengepul, meski harus beralih ke minyak goreng curah yang kualitas dan penggunaannya berbeda.
Desy, warga Kota Jambi, mengaku kebingungan sejak beberapa hari terakhir karena MinyaKita tak lagi tersedia.
Padahal, minyak goreng bersubsidi itu selama ini menjadi pilihan utama karena harganya terjangkau.
“Biasanya MinyaKita gampang dicari, harganya juga Rp16 ribu sampai Rp17 ribu per liter. Sekarang mutar-mutar, dak ketemu,” ujarnya dengan nada kecewa.
Tak punya banyak pilihan, Desy akhirnya membeli minyak goreng curah secukupnya.
Baginya, yang terpenting kebutuhan memasak harian keluarga tetap terpenuhi, meski harus mengorbankan kenyamanan dan kualitas.
“Terpaksa beli curah, sedikit-sedikit. Yang penting bisa masak,” katanya.
Dia berharap pemerintah segera turun tangan menormalkan pasokan MinyaKita.
Sebab bagi banyak keluarga di Jambi, minyak goreng murah bukan sekadar komoditas, melainkan penopang utama keberlangsungan dapur sehari-hari.
Tak Ada di Rak Toko, Pedagang Juga Cari
Pantauan Tribun Jambi di sejumlah warung kawasan Paal Merah, Kota Jambi, menunjukkan MinyaKita sudah lama tidak dijual, Selasa (9/6/2026).
Rak yang biasanya diisi minyak goreng kemasan sederhana itu kini kosong, digantikan minyak goreng curah.
Siti Aminah, pemilik warung sembako di Paal Merah, mengaku sudah lebih dari dua pekan tidak lagi menjual MinyaKita.
"Bukan karena tak mau, melainkan karena pasokan benar-benar tidak ada," ujarnya.
"Sudah lama kosong. Kami ambil ke toko-toko besar juga dak ado. Mau jual apa kalau barangnya memang dak masuk," ujarnya.
Hal senada disampaikan Rudi, pedagang kelontong lain di kawasan yang sama.
Dia mengatakan kelangkaan MinyaKita membuat pelanggan kerap bertanya dan kecewa.
"Hampir tiap hari pembeli nanya MinyaKita. Kami jelaskan stok kosong dari agen. Akhirnya mereka beli curah atau batal beli," katanya.
Tak Ada di Pasar Terbesar di Jambi
Situasi serupa juga terlihat di Pasar Angso Duo.
Sejumlah pedagang sembako mengaku sudah tidak lagi menjual MinyaKita karena stok kosong. Kondisi ini membuat aktivitas jual beli ikut terdampak.
“Dak ado MinyaKita. Sudah beberapa hari ini kosong. Sekarang cuma jual minyak curah,” ujar seorang pedagang dengan wajah pasrah.
MinyaKita sendiri merupakan minyak goreng kemasan sederhana yang diproduksi melalui program pemerintah oleh Kementerian Perdagangan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap bisa membeli minyak goreng dengan harga terjangkau.
Ahyong, salah seorang pedagang, mengatakan hingga kini belum ada kepastian kapan stok kembali tersedia.
“Dak ado MinyaKita. Dari agen memang kosong. Yang ada cuma minyak curah,” ujarnya singkat. (Tribun Jambi/Srituti Apriliani Putri)
Baca juga: MinyaKita Hilang dari Kota Jambi, Setelah Mendag Sebut Akan Menaikkan Harganya
Baca juga: Polda Jambi Sebut Kompol RC Tetap Berdinas karena Mengacu pada Putusan Etik dan Hukum Tetap
Baca juga: Jambi Top 7, Kelakuan 1 Pengasuh Ponpes di Tebo di Kandang dan Kamar