TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN – Rencana relokasi warga di kawasan Lorong Kayo Hitam, Kabupaten Batang Hari, yang terdampak abrasi sungai terus berlanjut pada 2026.
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait dipastikan kembali mengalokasikan pembangunan rumah relokasi bagi warga terdampak.
Informasi yang dihimpun dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Batang Hari menyebutkan jumlah rumah yang akan dibangun tahun ini bertambah menjadi 48 unit.
Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan target lanjutan sebelumnya yang hanya sebanyak 42 unit rumah.
Kepala Disperkim Kabupaten Batang Hari, Abdul Shomad, mengatakan pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan berbagai langkah teknis guna memastikan kelanjutan program relokasi bagi warga Lorong Kayo Hitam.
Menurutnya, koordinasi dan sinkronisasi perencanaan juga telah dilakukan bersama pihak balai dan kementerian agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
"Dari total 72 unit rumah yang sebelumnya direncanakan, sebanyak 30 unit sudah dibangun. Untuk sisanya, awalnya direncanakan sebanyak 42 unit, namun berdasarkan laporan terbaru dari kementerian jumlahnya bertambah menjadi 48 unit rumah," katanya, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan tambahan jumlah rumah tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang hingga kini masih menunggu kepastian relokasi.
Dengan adanya penambahan kuota pembangunan, diharapkan lebih banyak warga dapat segera menempati hunian yang aman dari ancaman abrasi.
"Kami sudah melakukan sinkronisasi perencanaan dengan pihak balai dan kementerian. Informasi terakhir yang kami terima, pembangunan yang akan dilaksanakan tahun ini sebanyak 48 unit rumah," jelasnya.
Selain itu, Disperkim Kabupaten Batang Hari juga telah melakukan pendataan ulang terhadap warga yang terdampak abrasi di kawasan Lorong Kayo Hitam.
Hasil pendataan terbaru menunjukkan jumlah warga terdampak mengalami peningkatan dibandingkan data sebelumnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil verifikasi terbaru, jumlah warga terdampak saat ini mencapai sekitar 150 kepala keluarga (KK).
Bertambahnya jumlah warga yang masuk kategori terdampak membuat pemerintah daerah kembali mengusulkan penambahan bantuan pembangunan rumah relokasi kepada pemerintah pusat.
"Dari pendataan ulang yang dilakukan, jumlah warga terdampak saat ini mencapai sekitar 150 kepala keluarga. Karena ada penambahan data tersebut, kami juga kembali mengajukan permohonan agar ke depan ada kelanjutan pembangunan rumah relokasi," ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan abrasi.
Ia berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat terus berlanjut sehingga seluruh warga terdampak nantinya dapat direlokasi ke lokasi yang lebih aman.
"Harapan kami tentu pembangunan ini bisa terus berlanjut sampai seluruh warga terdampak mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman dari ancaman abrasi," tutupnya.
(Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Anggota DPRD Batang Hari, Ilhamsyah Divonis 1 Tahun Penjara di Kasus Penipuan DO Sawit