TRIBUNMANADO.CO.ID - Kejadian kebakaran intai warga Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Kadis Damkar Manado Charles Rotinsulu menuturkan, sudah 67 kasus kebakaran terjadi di Manado dari Januari hingga Juni 2026.
"Sudah 67 kasus," kata, dia kepada Tribun manado via WA Selasa (9/6/2026).
Ungkap dia, dari jumlah itu, sebanyak 44 kasus terjadi pada bangunan gedung.
Sedang 23 kasus terjadi pada non bangunan.
Ia mengimbau warga Manado untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran.
Dia minta warga memperhatikan listrik, kompor serta peralatan lainnya yang dapat memicu api.
Rotinsulu menegaskan, aparat Damkar Manado dalam keadaan stand by.
"Personel kami selalu siap untuk mengatasi kebakaran," katanya.
Sehari dua rumah terbakar di Kota Manado, Sulut, Senin (8/6/2026).
Kebakaran pertama terjadi Senin pagi di sebuah rumah di Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Wanea.
Siangnya api kembali mengamuk di Kelurahan Komo Luar, lingkungan III, Kecamatan Wenang.
Bagian dapur rumah keluarga Kalangi dilalap si jago merah.
Informasi yang dihimpun Tribunmanado.co.id dari Dinas Damkar Pemkot Manado, api bersumber dari kompor LPG yang lupa dipadamkan.
Kadis Damkar Manado Charles Rotinsulu mengatakan, tim Damkar menurunkan dua armada dalam pemadaman kali ini.
"Pukul 14.12 WITA, api berhasil dipadamkan," katanya.
Ia mengimbau warga untuk berhati hati dikarenakan sementara musim kemarau.
Kebakaran di LPK Salon Meity
Gempa bumi diduga menjadi penyebab kebakaran LPK Salon Meity di Kelurahan Tanjung Batu, Lingkungan 1, Kecamatan Wanea, Manado, Sulut, Senin (8/6/2026).
Kebakaran menghanguskan LPK "legend" tersebut, menyisakan tembok serta tiang tiang yang telah menghitam.
Tribunmanado.com sambangi lokasi tersebut pada Senin pagi.
Pasca kebakaran, rumah itu nampak porak poranda.
Seng tak beraturan lagi. Begitupun isi rumah.
Dinding yang sebelumnya putih kini menghitam.
Police line berwarna kuning melingkari rumah tersebut.
Bau hangus masih tercium pekat.
Sekeliling rumah tampak genangan air sisa pemadam kebakaran.
Fiandi, penghuni LPK terlihat pasrah.
Ia duduk di kompleks pertokoan diseberang jalan depan rumahnya.
Kemeja dan bajunya sudah menghitam.
Celakanya hanya itu yang ia punyai kini.
"Semua harta sudah lenyap, tak ada yang bisa saya selamatkan, hanya pakaian di badan ini yang bersama saya," kata dia.
Ia mengaku tak ada di rumah sewaktu kebakaran terjadi.
Dirinya tengah belanja di pasar.
"Sepulang dari pasar, rumah sudah berasap," katanya.
Fiandi coba menerobos ke dalam rumah untuk selamatkan barang berharga.
Tapi langkahnya tertahan oleh asap kian yang kian banyak disertai kobaran api.
Ia mencoba lagi, tapi api telah jadi pagar raksasa yang menahannya sekaligus membakar semua isi rumah.
"Saya hanya bisa menangis, shock dan sangat sedih," katanya.
Ungkap dia, semua dalam rumah hangus terbakar.
Termasuk pakaian pengantin yang sering disewakan sang ibu serta berbagai peralatan salon.
Dikatakannya, menurut sejumlah saksi mata, kebakaran terjadi tak setelah gempa berakhir.
Ia menduga bisa saja gempa adalah pemicu kebakaran.
"Tadi ada yang katakan tampak ada percikan api di kabel setelah gempa terjadi," katanya.
(TribunManado.co.id/Art)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK