Kata Satgas MBG Soal 50 SPPG di Karanganyar & Solo Berhenti Beroperasi: Transisi, Pusat Sedang Heboh
jonisetiawan June 09, 2026 02:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah upaya pemerintah memperluas manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi jutaan penerima manfaat, sejumlah daerah justru menghadapi persoalan yang cukup serius.

Puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak distribusi makanan bergizi terpaksa menghentikan aktivitasnya untuk sementara waktu.

Kondisi tersebut terjadi akibat tersendatnya pencairan dana operasional dari pusat. Dampaknya tidak hanya dirasakan pengelola dapur, tetapi juga berpotensi memengaruhi ribuan siswa dan penerima manfaat yang selama ini bergantung pada layanan program tersebut.

Di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, aktivitas sejumlah dapur MBG mendadak berhenti. Pemandangan dapur yang biasanya dipenuhi kesibukan memasak, distribusi bahan makanan, dan aktivitas para relawan mendadak berubah sunyi.

Baca juga: Viral Kabar Dapur MBG Tutup Massal, KSP Dudung Abdurachman Bocorkan Kondisi Asli BGN

Sebanyak 30 SPPG di Karanganyar Terhenti

Berdasarkan pantauan di salah satu SPPG yang berada di Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu, tidak terlihat aktivitas memasak maupun lalu lalang pekerja seperti biasanya.

Meski demikian, beberapa dapur lain yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut masih terlihat beroperasi normal.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kabupaten Karanganyar, Rifky Sheva Al Ghifary, membenarkan bahwa puluhan dapur MBG di wilayahnya memang menghentikan operasional sementara.

Menurutnya, masalah utama berasal dari keterlambatan pencairan dana operasional dari pusat.

"Rata-rata hampir semua terkendala pencairan dana. Itu biasanya memang seperti itu pencairan agak terlambat," kata Rifky saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/6/2026).

POLEMIK PROGRAM MBG - Potret SPPG yang diberhentikan sementara waktu.
POLEMIK PROGRAM MBG - Potret SPPG yang diberhentikan sementara waktu. Koordinator BGN Kabupaten Karanganyar mengungkapkan bahwa sekitar 30 SPPG di berbagai kecamatan Karanganyar menghentikan operasional sementara karena dana operasional dari pusat belum masuk ke rekening pengelola. (Kompas.com)

Dana Belum Masuk, Operasional Terpaksa Dihentikan

Rifky menjelaskan, sebanyak 30 SPPG yang terdampak tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Meski demikian, pihaknya telah menerima informasi bahwa sebagian dana operasional mulai dicairkan sejak pagi hari.

"Per hari ini 30 (SPPG), tersebar di masing-masing (kecamatan). Cuma infonya pagi ini ada pencairan tapi belum saya update lagi," terangnya.

Ia optimistis bahwa begitu dana operasional masuk ke rekening masing-masing SPPG, aktivitas dapur dapat segera berjalan kembali tanpa kendala berarti.

Baca juga: Jawaban Nanik Deyang Soal Dapur MBG Tutup Gegara Dana Operasional Macet: Ada Bagian dari Hoaks

Dampak ke Siswa Berusaha Diminimalkan

Penghentian sementara operasional dapur tentu berdampak terhadap penerima manfaat, terutama para siswa sekolah yang selama ini memperoleh makanan bergizi dari program tersebut.

Namun, Rifky menjelaskan bahwa situasi saat ini sedikit terbantu karena sebagian sekolah sudah memasuki masa pasca-ujian sehingga kegiatan belajar mengajar tidak lagi berjalan secara penuh.

Menurutnya, kondisi tersebut membantu mengurangi dampak langsung dari penghentian operasional dapur yang terjadi.

"Itu (kendala pencarian dana) hal biasa di sistem. Yang pasti nanti di hari ini juga, Senin ini juga infonya sudah ada pencairan. Kalau besok bisa operasional, besok bisa operasional lagi," jelas Rifky optimistis.

Satgas MBG Soroti Efek Transisi di Tingkat Pusat

Di sisi lain, Ketua Satgas MBG Karanganyar, Adhe Eliana, mengaku baru menerima laporan mengenai kondisi puluhan dapur yang berhenti beroperasi tersebut.

Ia berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Badan Gizi Nasional di daerah untuk memastikan persoalan ini dapat segera diselesaikan.

Menurut Adhe, keterlambatan aliran dana ke daerah kemungkinan tidak terlepas dari proses pembenahan tata kelola yang sedang berlangsung di tingkat pusat.

"Mungkin ini transisi karena di pusat sedang terjadi ombak besar mungkin karena itu juga. Ini kan perbaikan semuanya," ungkap Adhe.

Meski memahami adanya proses penataan internal, pihaknya berharap persoalan administratif tersebut tidak berlangsung terlalu lama karena berkaitan langsung dengan kebutuhan gizi masyarakat.

Kondisi Serupa Terjadi di Kota Solo

Persoalan keterlambatan dana operasional ternyata tidak hanya terjadi di Karanganyar. Kota Solo juga menghadapi situasi serupa.

Koordinator SPPG Solo, Priyo Widyastoko, mengungkapkan bahwa sekitar 20 dapur MBG di wilayah Solo sempat menghentikan operasionalnya karena dana belum masuk.

"Memang per hari ini kan ada 20 SPPG, sekitar kurang lebih 20 SPPG yang belum cair,” kata Priyo kepada awak media, Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, keterlambatan tersebut baru terjadi pada hari itu dan bukan merupakan kondisi yang berlangsung lama.

"Baru hari ini memang enggak cair hari ini," ujarnya.

Baca juga: Dijanjikan 97 Titik Dapur MBG, Investor Sukabumi Ternyata Kena Tipu, Sudah Setor Rp218 Miliar ke BGN

Dana Mulai Dicairkan Bertahap

Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, Priyo menyebut pencairan dana sudah mulai dilakukan secara bertahap sejak Senin siang.

“Tapi di hari ini juga, itu semua sudah pencairan rata-rata. Sudah separone sudah mulai masuk semua per siang ini tadi. Tapi per sore ini belum tak update lagi, kemungkinan nambah.”

Ia menambahkan bahwa sebagian besar SPPG bahkan telah menerima dana operasional mereka.

"Sampun cair hari ini. Ada yang sudah cair semua. Ini masih nunggu cara-caranya kan bertahap," terangnya.

Sistem Pencairan Dilakukan Per Pekan

Priyo menjelaskan bahwa mekanisme pencairan dana operasional dari Badan Gizi Nasional umumnya dilakukan setiap pekan, terutama pada hari Kamis atau Jumat.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai operasional distribusi makanan pada minggu berikutnya.

"Berhubungan kan kalau BGN itu pencairannya kalau enggak di hari Kamis, hari Jumat, untuk yang jalan di minggu ini.

Nah, yang untuk jalan minggu ini kan belum ada pencairan gara-gara mungkin sistemlah ada keterlambatan. Dari BGN pun menjanjikan hari ini sudah pencairan semua. Pencairannya per minggu sekali," terangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa nominal dana yang diterima setiap dapur berbeda-beda, menyesuaikan jumlah penerima manfaat dan kebutuhan operasional masing-masing SPPG.

"Yang jelas pencairane sesuai kebutuhan SPPG masing-masing. Per porsi makanan per kebutuhan operasionalnya," urainya.

Baca juga: Investor SPPG Curhat Kena Tipu Rp218 Miliar, Nanik Deyang Ogah Tanggung Dosa Dadan Hindayana Cs

Harapan Operasional Kembali Normal

Dengan mulai cairnya dana operasional secara bertahap, para pengelola dapur berharap aktivitas SPPG di Karanganyar maupun Solo dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.

Meski keterlambatan ini disebut sebagai persoalan teknis dan bagian dari dinamika sistem, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keberlangsungan program MBG sangat bergantung pada kelancaran distribusi anggaran hingga ke tingkat pelaksana di lapangan.

Bagi para penerima manfaat, terutama ribuan siswa yang setiap hari menunggu makanan bergizi dari program pemerintah, percepatan penyelesaian persoalan ini menjadi hal yang sangat dinantikan agar layanan dapat kembali berjalan tanpa gangguan.

***

(TribunTrends/Jonisetiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.