TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Penantian keluarga jemaah haji asal Kalimantan Tengah akhirnya terbayar. Kloter 4 BDJ menjadi rombongan pertama dari Kalteng tiba kembali di tanah air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Sebanyak 358 jemaah dan petugas haji yang tergabung dalam Kloter 4 BDJ mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Senin (8/6/2026) pukul 23.52 WITA.
Setelah tiba, para jemaah diberangkatkan menuju Asrama Haji Debarkasi Banjarmasin menggunakan 10 armada bus untuk mengikuti proses penerimaan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalimantan Tengah, Hasan Basri menyampaikan, rasa syukur atas kelancaran proses pemulangan kloter pertama asal Bumi Tambun Bungai tersebut.
"Alhamdulillah, proses pemulangan dan kedatangan jemaah haji Kloter 4 BDJ berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Kloter 4 BDJ merupakan kloter pertama dari jemaah asal Kalimantan Tengah yang menjejakkan kaki kembali di tanah air," ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Hasan, seluruh tahapan pemulangan berjalan sesuai rencana, mulai dari pendaratan pesawat, pemeriksaan kesehatan, proses keimigrasian, hingga penerimaan di asrama haji.
Ia menilai kelancaran tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Kloter 4 BDJ terdiri dari jemaah asal Kabupaten Kapuas, Murung Raya, Katingan, Barito Timur, serta Kota Banjarmasin.
Dari total manifes keberangkatan sebanyak 360 orang, jumlah kembali ke tanah air tercatat sebanyak 358 orang.
Hasan menjelaskan, selisih tersebut disebabkan 2 jemaah asal Kabupaten Kapuas masih menjalani perawatan medis secara intensif di rumah sakit di Arab Saudi.
"Terdapat 2 orang jemaah asal Kabupaten Kapuas yang saat ini masih harus menjalani perawatan medis secara intensif di rumah sakit di Arab Saudi. Kita doakan bersama semoga yang sedang sakit di sana segera diberikan kesembuhan sehingga dapat segera kembali ke tanah air," katanya.
Secara umum, kondisi kesehatan jemaah yang tiba dilaporkan baik meski sebagian mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci.
Selain menyampaikan perkembangan kepulangan jemaah, Hasan juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai ibadah haji setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
Menurutnya, predikat haji mabrur tidak hanya ditunjukkan melalui status atau gelar, tetapi juga tercermin dari perubahan sikap, peningkatan kualitas ibadah, dan kepedulian sosial.
Baca juga: Kloter 5 Bertolak Hari Ini, Kemenhaj Pastikan 295 Jemaah Haji Palangka Raya Pulang Sesuai Jadwal
Baca juga: Jemaah Haji Kotim Tiba di Sampit Pertengahan Juni 2026, Rindu Keluarga Terobati
"Predikat haji mabrur itu tidak hanya tercermin dari pakaian atau gelar, melainkan dari perubahan perilaku, meningkatnya kepedulian sosial, serta kualitas ibadah yang semakin baik setelah pulang dari tanah suci," ujarnya.
Ia berharap para jemaah dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing serta membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Tetap jaga silaturahmi antarjemaah dan terus istiqamah menjaga nilai-nilai ibadah yang telah diraih selama berada di Makkah dan Madinah," pungkasnya.