TRIBUNKALTIM.CO - Pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) tak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menuai kritik dari Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.
Usai pernyataan Menkeu Purbaya, Said Didu melontarkan kritik tajam bahkan meminta Presiden Prabowo mengganti Menkeu.
Diketahui, program MBG yang menjadi pemerintahan Presiden Prabowo kembali diguncang kritik tajam.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan program-program prioritas pemerintah, termasuk MBG dan Kopdes menjadi sumber kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Baca juga: MBG dan Kopdes Dinilai Membebani APBN, Begini Tanggapan Menkeu Purbaya
Muhammad Said Didu, melontarkan kritik pedas yang diarahkan langsung kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudi.
Melalui akun X (Twitter) miliknya pada Senin (8/6/2026), Said Didu secara blak-blakan meminta Presiden Prabowo untuk mengevaluasi total program tersebut, bahkan mendukung desakan pencopotan sang Menkeu.
Ketegangan ini bermula saat Said Didu merespons pernyataan Menkeu Purbaya yang membantah bahwa program MBG dan Koperasi Desa membebani APBN.
Merasa pernyataan tersebut jauh dari realitas, Didu menyindir keras gaya komunikasi sang menteri yang dianggap defensif.
"Pak Menkeu yth, saran saya sebaiknya lebih baik Bpk kurangi bicara krn publik juga tahu yg sebenarnya terjadi dan kami juga tahu mana ucapan yg sekedar #asalmangap," tulis Said Didu sembari menyematkan video bantahan Menkeu.
Tak berhenti di situ, Said Didu juga menggunakan istilah dari negeri jiran untuk menggambarkan kepemimpinan Menkeu saat ini.
Merujuk pada arahan Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa MBG harus difokuskan kepada anak-anak kurang gizi—bukan kelompok mampu—Said Didu membeberkan 10 poin merah di lapangan yang dinilainya bisa menjadi bom waktu bagi pemerintah:
Baca juga: Respons Menkeu Purbaya Usai Dadan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi MBG: Kasihan Amat
(*)