BOLASPORT.COM - Pemimpin klasemen Moto3 2026, Maximo Quiles, kembali tersenyum setelah terlihat begitu marah pada balapan Grand Prix di Italia.
Quiles sangat kesal setelah dirinya hanya bisa finis di posisi ke-11 pada balapan di Sirkuit Mugello, Italia.
Raihan tersebut menjadi hasil terburuknya dalam delapan seri balapan musim ini sekaligus pertama kalinya finis di belakang pembalap rookie asal Indonesia, Veda Ega Pratama, yang saat itu finis ke-8.
Meski demikian, pembalap berusia 18 tahun itu berhasil kembali tampil impresif saat memenangkan balapan Moto3 Hungaria 2026.
Quiles menang dengan meyakinkan lewat gap 3,147 detik atas David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP).
Sebelum berbicara kemenangannya, Quiles mengaku salah atas perbuatan yang dilakukannya setelah balapan GP Italia.
Pembalap Spanyol itu tertangkap kamera membanting chest protector alias pelindung dada saat kembali ke garasi setelah balapan.
"Ya. Di Italia, saya memang sedikit keliru. Saat itu aku sangat marah dan akhirnya mengucapkan hal-hal yang tidak seharusnya," kata Quiles kepada AS.com, yang dilansir BolaSport.com.
Quiles kemudian menceritakan kejadian yang sebenarnya ketika amarahnya meluap pada GP Italia.
"Begini, pada akhirnya saya masih muda dan bisa saja melakukan kesalahan. Jelas saya harus punya semangat juang," kata Quiles lagi.
"Saya berusia 18 tahun, aku kompetitif, dan saya tidak bisa menerima kekalahan. Saya selalu ingin menang dan itu tidak akan berubah."
"Saya ingin terus seperti ini, terus berkembang dan tetap kompetitif. Nah, soal bicara di TV, ya, saya berusia 18 tahun dan masih sulit bagi saya."
"Kadang-kadang saya bicara seolah-olah sedang di rumah, tahu kan? Dan itu harus saya perbaiki, tapi ya, saya tidak bermaksud meremehkan lawan mana pun."
"Saya bilang “anak kecil” (merujuk kepada Jesus Ríos yang finis ke-10) padahal bisa saja saya bilang “anak muda”. Saya orang Murcia, tahu kan?, dan saya bilang begitu," tutur Quiles.
Setelah amarahnya berhasil diatasi dengan hasil kemenangan di Hungaria, Quiles memimpin klasemen dengan selisih 59 poin.
Dia berambisi ingin meraih kemenangan lainnya dan menambah poin lagi.
"Bagus sekali, bagus sekali, tapi ya sudah," kata Quiles.
"Mari kita terus menambah poin karena masih banyak yang harus dikejar dan kita lakukan sedikit demi sedikit, balapan demi balapan seperti yang sudah kita lakukan," ujarnya.
Terakhir, Quiles berbicara kemenangan mentornya, Marc Marquez, pada MotoGP Hungaria 2026.
Quiles juga memberikan ucapan langsung kepada Marc Marquez setelah balapan di Parc-Ferme yang merupakan kemenangan pertamanya dalam balapan musim ini.
Quiles melihat para rival Marquez ada yang salah karena Marquez tetap mampu menang setelah belum sampai sebulan kembali ke lintasan dari operasi.
"Kita lihat saja nanti. Dia (Marquez) terlihat kuat, termotivasi, dan pasti akan tampil habis-habisan," kata Quiles.
"Masalah bahunya masih belum sembuh. Seperti yang dia katakan, kalau dia masih bisa bertarung, berarti lawan-lawannya pasti melakukan sesuatu yang salah."
"Itu bagus, bisa sedikit mengguncang moral mereka bahkan sebelum pertandingan dimulai. Aku harus belajar darinya," ujar bintang Moto3 itu.