TRIBUNNEWS.COM - PPI UK Olympics 2026, ajang olahraga dan seni tahunan terbesar bagi pelajar Indonesia di Britania Raya, berhasil diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Mengusung tema “Beyond Limit, Bound by Spirit”, kegiatan yang diinisiasi oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di United Kingdom (PPI UK) ini bertujuan memperkuat semangat kolaborasi dan kebersamaan di antara mahasiswa serta diaspora Indonesia yang tersebar di sekitar 35 wilayah PPI di seluruh Inggris Raya.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hingga sore hari dengan memadati Platt Lane Sports Complex di Manchester.
Ketua PPI UK periode 2025/2026, Muhammad Fachrul Hudallah, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi peserta dari berbagai kota menjadi faktor utama keberhasilan acara.
Menurutnya, kesediaan para peserta meluangkan waktu dan menempuh perjalanan panjang demi hadir di ajang tersebut merupakan bentuk dukungan yang sangat berarti bagi penyelenggara.
Ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang dan memberikan semangat kepada peserta yang belum berhasil meraih gelar juara, seraya mengapresiasi perjuangan seluruh kontingen yang telah berpartisipasi.
Berbagai cabang olahraga dan seni dipertandingkan dalam kegiatan ini. Di sektor olahraga, persaingan berlangsung sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
PPI Manchester tampil sebagai salah satu kontingen terbaik dengan meraih gelar juara pada cabang Sepak Bola, Voli, dan Bulu Tangkis Ganda Putri.
Sementara itu, PPI Edinburgh berhasil menjadi juara pada kompetisi Mobile Legends dan Bulu Tangkis Ganda Putra, sedangkan PPI Nottingham keluar sebagai pemenang pada nomor Bulu Tangkis Ganda Campuran.
Baca juga: PPI Serbia Gelar IndoFest 2026, Tari Tradisional hingga Gamelan Memukau Warga Serbia
Di bidang seni, karya fotografi berjudul “Identitasku tetap Indonesia” karya I Gde Yudhi Hendrawan dari Nottingham berhasil meraih posisi pertama.
Pada kategori ilustrasi, Fitrikhasanah Srihadining Putri dari Warwick & Coventry menjadi yang terbaik.
Sementara itu, Adinda Deswita Ilmalia dari Greater Glasgow memenangkan kategori Solo Vokal, grup Nobel dari Greater Manchester meraih juara kategori Band, kelompok Estetika Chinta Pertiwi dari Warwick & Coventry menjadi yang terbaik di kategori Tari, dan Saung Angklung Edinburgh menempati posisi pertama pada kategori Cultural Performance.
Ketua Panitia PPI UK Olympics 2026, Tony Irawan, menilai keberhasilan acara tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, persebaran pemenang dari berbagai wilayah, mulai dari Edinburgh dan Glasgow di utara hingga Southampton di selatan, mencerminkan semangat kolaborasi yang menjadi fondasi utama kegiatan tersebut.
Malam puncak acara berlangsung melalui Gala Nusantara yang digelar di The Grove Bar, Manchester.
Acara budaya ini dibuka dengan penampilan tarian tradisional Bali dan Jawa yang dibawakan oleh Estetika Chinta Pertiwi.
Suasana semakin semarak dengan penayangan berbagai karya seni kreatif hasil kreasi para peserta.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya, Irlandia, dan Organisasi Maritim Internasional (IMO), Desra Percaya. Dalam kesempatan itu, ia turut menghibur hadirin dengan memainkan saksofon yang diiringi vokal Marlon Gabriel.
Dalam sambutannya, Desra memberikan apresiasi kepada para pelajar dan diaspora Indonesia yang terus menjaga semangat nasionalisme dan persatuan meskipun berada jauh dari tanah air.
Ia menegaskan bahwa persatuan merupakan nilai penting yang harus tetap dijaga oleh seluruh warga Indonesia di mana pun berada.
Dengan berakhirnya Gala Nusantara, rangkaian PPI UK Olympics 2026 resmi ditutup.
Kegiatan ini meninggalkan pesan bahwa jarak geografis yang memisahkan para pelajar dan diaspora Indonesia di Britania Raya justru mampu menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan menumbuhkan rasa persatuan.
(*)