Aktivitas Gunung Marapi Masih Fluktuatif, Badan Geologi: Potensi Erupsi Tetap Ada
Rezi Azwar June 09, 2026 04:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat masih berada pada Level II (Waspada) berdasarkan hasil evaluasi pemantauan periode 16-31 Mei 2026.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan secara umum aktivitas Gunung Marapi masih menunjukkan pola fluktuatif.

Dinamika suplai fluida dan magma dari kedalaman masih terjadi sehingga potensi erupsi tetap ada, meski belum ditemukan indikasi peningkatan aktivitas yang signifikan.

"Pengamatan visual menunjukkan kejadian erupsi dan hembusan masih berlangsung dengan intensitas yang relatif stabil tanpa menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya," kata Lana Saria dalam laporan evaluasi aktivitas Gunung Marapi yang diterima, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Tim SAR Temukan Korban Longboat Terbalik di Mentawai, Mengapung 0,8 Mil dari Lokasi

Aktivitas Kegempaan Relatif Stabil

Berdasarkan data pemantauan selama dua pekan terakhir, aktivitas kegempaan Gunung Marapi masih didominasi oleh gempa hembusan dan tremor non-harmonik.

Tercatat sebanyak dua kali gempa letusan atau erupsi, 62 kali gempa hembusan, 87 kali tremor non-harmonik, 13 kali gempa low frequency, 12 kali gempa vulkanik dangkal, 16 kali gempa vulkanik dalam, 16 kali gempa tektonik lokal, serta 36 kali gempa tektonik jauh.

Selain itu, tremor menerus masih terekam dengan amplitudo 1 hingga 4 milimeter dengan dominan 3 milimeter.

Lana menjelaskan, data kegempaan yang terekam tidak menunjukkan adanya peningkatan yang mengarah pada suplai magma baru dari kedalaman.

Baca juga: Beras di Padang Stabil Meski Rupiah Tembus Rp18.078 per Dolar AS, Pedagang Belum Naikkan Harga

"Aktivitas kegempaan Gunung Marapi relatif stabil. Tidak terlihat peningkatan gempa yang mengindikasikan adanya tambahan suplai magma dari kedalaman," ujarnya.

Data deformasi yang dipantau melalui tiltmeter juga memperlihatkan kecenderungan menurun atau deflasi. Kondisi tersebut menunjukkan belum adanya tanda kuat pengisian magma baru di bawah tubuh gunung api.

Erupsi Kecil hingga Menengah Masih Perlu Diwaspadai

Meski aktivitas vulkanik belum menunjukkan eskalasi, Badan Geologi mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi erupsi berskala kecil hingga menengah, terutama di sekitar kawasan kawah.

Menurut Lana, selama tidak terjadi peningkatan suplai magma yang signifikan, potensi bahaya yang muncul diperkirakan masih berupa lontaran material pijar dan abu vulkanik di sekitar pusat aktivitas dengan jangkauan utama dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek.

Baca juga: Sertifikasi Halal UMKM Solok Selatan Baru 39 Persen, Pemkab Kejar Target Oktober 2026

"Potensi bahaya yang timbul diperkirakan masih berupa lontaran material pijar dan abu di sekitar pusat aktivitas, dengan jangkauan utama dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek," katanya.

Apabila terjadi erupsi, abu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya saluran pernapasan, serta dapat memengaruhi aktivitas penerbangan tergantung arah dan kecepatan angin.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Marapi juga diminta waspada terhadap ancaman lahar maupun banjir lahar saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Masyarakat Dilarang Masuk Radius 3 Kilometer

Dalam rekomendasinya, Badan Geologi menegaskan tingkat aktivitas Gunung Marapi tetap berada pada Level II (Waspada).

Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas atau Kawah Verbeek.

Baca juga: Hengki Ardiles dan Nur Iskandar Resmi Masuk Jajaran Kepelatihan Semen Padang FC 2026/2027

Warga yang berada di sekitar lembah dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi juga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan.

"Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan," ujar Lana.

Badan Geologi juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya dan selalu mengikuti arahan pemerintah daerah serta informasi resmi dari PVMBG dan Badan Geologi.

Menurut Lana, aktivitas Gunung Marapi akan terus dievaluasi secara berkala dan statusnya dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik yang signifikan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.