BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Harga ayam di pasar tradisional Kota Pangkalpinang beberapa hari terakhir setelah momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah mengalami penurunan.
Di tengah isu efek domino kenaikan biaya hidup dan transportasi akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM), turunnya harga ayam sementara ini dinilai memberi sedikit ruang bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Pantauan Bangkapos.com di Pasar Ratu Tunggal Pangkalpinang, Selasa (9/6/2026), harga ayam potong bersih saat ini dijual di kisaran Rp38 ribu per kilogram, sedangkan ayam bulat berada di angka Rp33 ribu per kilogram.
Pedagang ayam di Pasar Ratu Tunggal, Iwan, mengatakan harga ayam mulai mengalami penurunan sejak lima hari terakhir usai tingginya permintaan saat Iduladha.
Menurut dia, beberapa hari menjelang dan saat hari raya, harga ayam sempat mengalami kenaikan cukup signifikan akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat.
"Sekarang ayam bersih Rp38 ribu, ayam bulat Rp33 ribu per kilogram. Sudah turun sekitar lima hari ini," ujar Iwan kepada Bangkapos.com, Selasa (9/6/2026).
Ia menyebutkan, saat momen Iduladha lalu harga ayam bulat bahkan sempat menyentuh Rp45 ribu per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga saat ini.
"Waktu Iduladha kemarin sempat Rp45 ribu untuk ayam bulat," katanya.
Turunnya harga ayam tersebut diperkirakan dipengaruhi mulai normalnya permintaan masyarakat pasca hari besar keagamaan, ditambah pasokan yang kembali stabil di tingkat pedagang.
Meski harga ayam mulai turun, Iwan mengaku kondisi pasar belum sepenuhnya ramai. Menurut dia, pembeli saat ini cenderung lebih berhitung dalam berbelanja kebutuhan dapur.
Ia menilai, tekanan biaya hidup yang meningkat membuat masyarakat mulai mengurangi jumlah belanja, termasuk membeli lauk seperti ayam.
"Kalau pembeli sekarang memang agak sepi dibanding dulu. Orang belanja masih ada, tapi biasanya beli sedikit-sedikit. Mungkin karena kebutuhan lain juga naik," ujar Iwan.
Menurutnya, kenaikan sejumlah biaya, termasuk ongkos transportasi dan harga kebutuhan pokok lainnya, dikhawatirkan ikut memengaruhi kemampuan belanja masyarakat.
"Kalau harga barang lain makin naik lagi, takutnya pembeli makin berkurang. Kami pedagang juga maunya harga stabil, jangan terlalu tinggi karena nanti orang susah beli," katanya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)