Palembang (ANTARA) - Sebanyak dua haji berasal dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) wafat saat menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) Sumsel M Arkan Nurwahiddin di Palembang, Senin, mengonfirmasi kedua haji yang meninggal dunia tersebut, anggota kelompok terbang (kloter) 5 yang tiba di tanah air pada Senin (8/6).
"Kami mengonfirmasi wafatnya dua jamaah asal kloter 5 saat menjalani ibadah di Tanah Suci, yakni Tamrin Zainudin Zakaria berusia 67 tahun dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Budi Prasodjo Soenom berusia 72 tahun dari Kota Palembang," kata dia.
Ia menyebutkan Budi Prasodjo meninggal pada 6 Juni 2026, pukul 10:20 WAS dimakamkan di Sharaya Makkah dan Tamrin Zainudi Zakaria meninggal pada 7 Juni 2026, pukul 17:30 WAS, dimakamkan di Sharaya Makkah, pada waktu itu, setelah fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Meskipun diselimuti kabar duka, ia memastikan proses kepulangan 443 haji kloter 5 lainnya yang mendarat pada Senin (8/6) siang tetap berjalan lancar berkat koordinasi intensif seluruh unsur panitia penerimaan.
Total anggota jamaah yang telah dipulangkan melalui Debarkasi Palembang hingga saat ini 2.213 orang.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan belasungkawa atas berpulang dua "tamu Allah" tersebut ke hadirat Sang Pencipta.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Sumsel Apriyadi, saat memberikan sambutan kedatangan jamaah di Aula Asrama Haji Sumsel, mengajak seluruh pihak mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
"Kepada keluarga jamaah yang berpulang di Tanah Suci, kita doakan bersama semoga almarhum husnulkhatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar dia.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Palembang mencatat satu anggota jamaah tanazul (mutasi masuk) dari kloter 7 atas nama Muhammad Nuh yang ikut pulang lebih awal bersama rombongan kloter 5.
Seluruh anggota jamaah yang tiba langsung diarahkan ke Asrama Haji untuk menjalani pemeriksaan kesehatan akhir serta administrasi sebelum diserahkan secara resmi ke daerah asal masing-masing.
PPIH menegaskan akan terus melakukan evaluasi berkala demi menjaga standar pelayanan prima pada kloter-kloter berikutnya.





