Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pendidikan Kota Bandung mengungkap berbagai keluhan masyarakat yang masuk ke desk layanan terpadu terintegrasi saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Layanan tersebut menjadi solusi satu pintu bagi semua masyarakat dalam menghadapi berbagai keluhan dan kendala administrasi yang kerap dihadapi calon peserta didik dan orang tua selama pelaksanaan SPMB tahun ini.
"Keluhan paling banyak terkait dengan proses pendataan, tidak bisa login karena data kependudukan belum sinkron, sisanya konsultasi," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edy Suparjoto, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Sengkarut SPMB 2026, Gubernur Dedi Mulyadi Diserbu Orang Tua Siswa di Kantor Disdik Jabar
Dia mengatakan, sistem SPMB tahun ini tetap melalui lima tahapan utama, yakni pendataan, pendaftaran, seleksi, pengumuman, dan daftar ulang, sedangkan prosesnya telah masuk tahap pendaftaran tahap pertama yang berlangsung pada 8 hingga 12 Juni 2026.
"Pada tahap ini, pendaftaran dibuka untuk jalur afirmasi bagi keluarga tidak mampu dan jalur prestasi. Yang paling penting, masyarakat harus sudah mengikuti tahap pendataan dan mengunggah semua persyaratan," kata Edy.
Ia mengatakan, persyaratan umum yang wajib dipenuhi meliputi Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan KTP orang tua. Namun dalam praktiknya, banyak masyarakat yang mengalami kendala pada dokumen tersebut.
Untuk itu, layanan terpadu ini melibatkan sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Sosial. Melalui kolaborasi ini, berbagai permasalahan dokumen dapat langsung diselesaikan di lokasi yang sama.
"Misalnya KK rusak atau perlu diperbarui, akta kelahiran belum dibuat, atau ada perubahan data keluarga, bisa langsung ke meja Disdukcapil. Begitu juga dengan masyarakat yang membutuhkan verifikasi data bantuan sosial, bisa langsung dilayani oleh Dinas Sosial," ucapnya.
Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga menyediakan pendampingan langsung terkait pemilihan sekolah, pemahaman jalur masuk, hingga mekanisme seleksi. Petugas siap membantu orang tua menentukan strategi terbaik sesuai kondisi masing-masing calon siswa.
Baca juga: SPMB Sekolah Maung di Majalengka Ramai Peminat, 384 Siswa Lolos ke SMAN 1 Majalengka
"Silakan datang langsung ke Desk Layanan Terpadu SPMB. Kami siap melayani hingga tuntas. Prinsipnya, tidak boleh ada anak usia sekolah di Kota Bandung yang tidak mendapatkan akses pendidikan," ujar Edy.
Layanan terpadu ini telah dibuka sejak masa pendataan pada 11 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 28 Juni 2026, atau setelah seluruh tahapan pendaftaran selesai dan memasuki proses seleksi.
Selain layanan langsung, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi dan pengaduan melalui laman resmi SPMB Kota Bandung. Di dalamnya tersedia fitur chatbot, pengaduan, serta layanan informasi yang aktif selama 24 jam.
Atas hal tersebut, Edy mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menawarkan bantuan masuk sekolah melalui jalur tidak resmi.
"Jangan percaya kepada calo SPMB. Semua proses dilakukan secara transparan dan berbasis sistem. Lengkapi syarat, pahami jalur, dan pilih peluang yang paling besar," katanya.