Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Perhelatan ajang akbar Piala Dunia 2026 sudah di depan mata. Namun geliatnya belum terasa di Kota Tasikmalaya.
Hal ini terlihat dari sepinya minat masyarakat untuk membeli aksesoris dan Jersey Piala Dunia 2026.
Di antaranya di toko jersey yang berada di Jalan BKR, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa (9/6/2026).
Empat hari menjelang turnamen akbar itu, toko ini belum banyak menerima pesanan jersey maupun aksesoris lain untuk Piala Dunia 2026.
Harga Jersey tim negara Piala Dunia 2026 berkisar dari harga Rp35 sampai Rp185 ribu per potong.
Baca juga: UPDATE Transfer Persib, Bintang Klub Raksasa Negeri Tetangga Dikabarkan Sudah Deal
"Kalau euforia pildun tahun sekarang sih tidak terlalu signifikan, karena biasanya dari sebulan sebelum acara dimulai itu sudah banyak permintaan maupun supply barang pasti ready," ungkap pemilik toko kaus dan Jersey bola, Yani kepada TribunPriangan.com.
Yani menyebut kondisi ini pula dipicu dari minimnya promosi yang dilakukan stasiun tv sebagai broadcasting resmi Piala Dunia 2026.
"Kalau sekarang banyak faktor dari barang impor atau permintaan tidak ada faktornya yang pertama kurangnya promo dari media kurang jor-joran, waktu sebelumnya TV swasta semua gencar karena mereka punya target pasar kalau sekarang tidak ada target," jelas Yani.
Kondisi inilah membuat masyarakat kurang tahu dan euforianya sangat kurang sekali, berbeda sekali dengan pelaksanaan Piala Dunia sebelumnya.
"Jadi masyarakat itu kurang tahu oh itu ada mau pildun, kecuali tim fanatik mereka pasti nanya dari bulan kemarin, bahkan soal Jersey pun karena dari importirnya juga tersendat karena situasi global sekarang," ungkap Yani.
Selain itu, faktor harga yang mengalami kenaikan menjadi salah satu penyebab minimnya peminat untuk penjualan Jersey Piala Dunia 2026.
"Untuk sekarang sebelum main sudah melejit di harga mulai Rp100 sampai Rp150, hingga Rp180 satu pcs. Kalau tahun sebelumnya pas pildun kita jual di harga 200 maksimal 250 ketika final, ini belum maen saja sudah naik," ucap Yani.
Hal inilah menjadi penyebab pembeli urung membeli Jersey karena kenaikannya cukup signfikan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Puluhan Ortu Siswa Serbu Kantor Disdik Jabar Buntut Karut Marut SPMB Sekolah Maung
"Jadi yang pembeli juga agak ngerem, karena ga rasional dan kita stok ga terlalu banyak karena permintaan tidak terlalu wah," jelasnya.
Soal pemesanan Jersey Piala Dunia 2026 ini juga belum mengalami kenaikan, berbeda Piala Dunia sebelumnya melonjak drastis pemesanan Jersey.
"Kalau kita bilang persen kita tidak bisa prediksi, tapi jika dibandingkan tahun sebelumnya jauh banget, boleh dibilang tidak sampai 30 persen untuk sekarang. Biasanya anak-anak dan dewasa pasti sudah nyari, kalau sekarang minim," jelasnya.
Ia melihat euforia Piala Dunia 2026 tidak terasa, salah satunya kemungkinan masih transisi euforia dari Persib ketika meraih juara.
"Karena Persib baru beres kemarin itu sangat ok banget. Tapi peralihan ke Piala Dunia 2026 ini melempem," tuturnya.
Meskipun saat ini pelanggan Jersey di tokonya mulai meluas dari wilayah Kota Tasikmalaya sampai ke wilayah Cilacap.
"Kebanyakan Tasik kota, tapi sekarang meluas ke kabupaten, dan Banjar, Pangandaran sampai ke Cilacap," ungkap Yani.
Yani membedakan waktu pelaksanaan Piala Dunia Qatar banyak sekali perusahaan yang memesan Jersey di tokonya.
"Biasanya perusahaan yang euforianya pake baju pildun minimal 1 lusin sampai dua lusin, kalau sekarang belum, hanya berasal dari perorangan," ucapnya. (*)