Tim LDBI SMA Tunas Mekar Indonesia Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Ungkap Kunci Sukses
Reny Fitriani June 09, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Tiga orang siswa yang menjadi tim debat andalan SMA Tunas Mekar Indonesia sedang menyusun mosi untuk diperdebatkan di ruang belajar SMA Tunas Mekar Indonesia di Jl. Arif Rahman Hakim No.36, Jagabaya III, Kec. Way Halim, Kota Bandar Lampung, Lampung, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga: 34 Ribu Siswa Daftar SMAN Unggulan di Lampung, Hanya 12 Ribu Kursi Tersedia

Khairunnisa, Kenzie Rakha Putera, dan Marischa Harlin berhasil mengharumkan nama sekolah melalui berbagai kompetisi debat tingkat nasional sepanjang tahun 2025.

Terkait awal mula terbentuknya tim debat ini, ternyata dari arahan para guru setelah evaluasi kompetisi sebelumnya. 

“Awalnya kami dipilih oleh guru, kemudian merasa clop akhirnya mulai cari-cari lomba debat sendiri,” ucap Kenzie. 

Mereka bertiga berhasil mengharumkan nama sekolah melalui berbagai kompetisi debat tingkat nasional sepanjang tahun 2025.

Tim yang dikenal sebagai Tim LDBI (Lomba Debat Bahasa Indonesia) ini sukses mengoleksi sejumlah prestasi bergengsi, di antaranya:

Juara 3 LDBI Tingkat Nasional UNESA Law Fair 2025
Juara 3 LDBI Komnas FORKOM Nasional Universitas Lampung 2025
4 Besar LDBI Begawi Fest 2025 Tingkat Nasional MAN IC Lampung
8 Besar LDBI Perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) FKM UI Tingkat Nasional

Meski sempat mengalami perubahan susunan anggota, namun Khairunnisa, Kenzie, dan Marischa dapat menyesuaikan diri dengan baik.

Untuk latihan mereka biasanya menjalani latihan intensif selama kurang lebih dua minggu.

Pada kompetisi awal mereka belum berhasil meraih gelar juara, namun ketiganya merasa memiliki potensi besar untuk berkembang. 

Keyakinan tersebut menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi.

"Kami merasa memiliki peluang dan kemampuan untuk berkembang. Dari situ kami memutuskan untuk terus melanjutkan perjuangan sebagai satu tim hingga sekarang," ungkap Kenzie.

Kemenangan Perdana di Jawa Timur

Prestasi nasional pertama mereka diraih pada ajang UNESA Law Fair 2025 yang diselenggarakan di Magetan, Jawa Timur. 

Kompetisi tersebut diawali dengan seleksi esai sebelum memasuki babak debat.

Setelah berhasil melewati berbagai tahapan kompetisi, mereka sukses menembus babak empat besar dan akhirnya meraih Juara 3 tingkat nasional. 

Prestasi tersebut menjadi kemenangan pertama mereka setelah mengikuti beberapa kompetisi sebelumnya.

Tak berhenti di situ, kurang dari dua minggu kemudian mereka kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara 3 LDBI Komnas FORKOM Nasional 2025 yang diselenggarakan di Universitas Lampung.

Tantangan Terbesar

Salah satu tantangan terbesar dalam kompetisi debat adalah sistem pemberian motion atau mosi yang baru diketahui sekitar 30 menit sebelum perlombaan dimulai.

Para peserta hanya diberikan gambaran umum tema seperti politik, ekonomi, atau sosial. 

Mereka harus mampu memahami isu, menyusun argumentasi, dan membagi peran pembicara dalam waktu yang sangat terbatas.

Pada kompetisi pertama, tim debat TMI sempat mengalami kesulitan karena belum memahami pola perlombaan secara menyeluruh. 

Mereka kurang memahami inti mosi perdebatan dan membuat mereka kalah dari tim lawan.

Namun pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi mereka.

Belajar dari kekalahan sebelumnya, akhirnya sebelum lomba mereka memperbanyak bacaan terkait isu-isu terkini.

Ketiganya membiasakan diri membaca isu-isu terkini, berdiskusi mengenai perkembangan politik, ekonomi, dan sosial, serta melakukan simulasi debat secara rutin. 

Selain itu, juga melatih kemampuan menulis cepat karena waktu persiapan debat yang sangat singkat.

Latihan biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu menjelang perlombaan.

Dalam periode tersebut mereka mempelajari pola argumentasi, teknik rebuttal, serta strategi mempertahankan pendapat ketika mendapat tekanan dari lawan.

Membangun Chemistry dan Kesamaan Pemikiran

Selain kemampuan akademik, kekompakan tim menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka.

Menurut Marischa Harlin, menyatukan pola pikir tiga orang dengan latar belakang dan sudut pandang berbeda bukanlah hal mudah. 

Setiap debat mengharuskan mereka membangun argumentasi yang saling terhubung sehingga diperlukan komunikasi yang sangat baik.

"Di awal, menyatukan satu pemikiran dalam tim menjadi tantangan terbesar. Namun seiring waktu chemistry kami semakin terbentuk dan koordinasi menjadi jauh lebih baik," ujarnya.

Membawa Nama Sekolah ke Tingkat Nasional

Serangkaian prestasi yang diraih sepanjang tahun 2025 menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat belajar mampu menghasilkan pencapaian luar biasa.

Dengan torehan dua gelar Juara 3 Nasional, posisi 4 Besar Nasional, dan 8 Besar Nasional, Tim LDBI Serendipity TMI menunjukkan bahwa siswa daerah mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai penjuru Indonesia.

Ke depan, Khairunnisa, Kenzie Rakha Putera, dan Marischa Harlin berharap dapat terus meningkatkan kemampuan debat mereka serta meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

"Debat mengajarkan kami untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan berani menyampaikan pendapat. Semoga prestasi ini dapat memotivasi siswa lain untuk terus berkembang dan berani mencoba hal-hal baru," tutup ketiganya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/ Bintang Puji Anggraini) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.