Penjelasan Kepala BGN Nanik S Deyang Terkait Isu Dapur MBG Tutup Massal
Lisna Ali June 09, 2026 04:23 PM

TRIBUNPALU.COM - Isu penutupan massal dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah dibantah oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.

Hal itu disampaikan Nanik merespons kabar mengenai berhentinya operasional dapur MBG karena keterlambatan dana dari pusat.

"Ada bagian dari hoaks, ada bagian dari, semua sudah dicairkan dari mulai Jumat. Yang 27.877 tadi itu loh, sudah masuk, sudah operasional," kata Nanik, di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (8/6/2026), dilansir dari Kompas.com.

Ia menjelaskan bahwa proses pencairan dana tidak dilakukan secara serentak kepada seluruh SPPG di Indonesia.

Sebagian dapur telah menerima dana sejak akhir pekan lalu, sementara sebagian lainnya dijadwalkan menerima pencairan pada Senin.

"Jadi, memang ada beberapa yang apa namanya, yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan. Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan 5T ya Ibu ya, dicairkan hari ini," tutur dia.

Baca juga: Bank Indonesia Perkuat Pertahanan Rupiah, Suku Bunga Acuan Naik ke Level 5,50 Persen

Baca juga: BPJPH Tegaskan Peran Sertifikasi Halal, MUI Masih Berperan dalam Sidang Fatwa

Nanik menilai persoalan yang terjadi lebih disebabkan oleh proses teknis pencairan dana dan bukan karena adanya kendala anggaran ataupun penghentian program.

"Jadi, tidak ada masalah, ini masalah teknis saja," ujar dia.

Penjelasan tersebut muncul setelah sejumlah daerah melaporkan adanya penghentian sementara operasional dapur MBG.

Di Kabupaten Aceh Besar, misalnya, sebanyak 27 dapur MBG terpaksa menghentikan operasional akibat belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.

Di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terdapat 30 dapur MBG yang berhenti operasional sementara akibat dana belum cair hingga Senin (8/6/2026).

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Brebes. Sebanyak 31 SPPG di wilayah tersebut dilaporkan menghentikan sementara distribusi makanan bergizi kepada siswa karena dana operasional belum diterima.

Akibat penghentian operasional tersebut, ribuan siswa penerima manfaat di sejumlah sekolah tidak menerima paket makanan bergizi seperti biasanya.

Tidak hanya mengganggu penyaluran makanan kepada siswa penerima manfaat, kondisi tersebut juga menyebabkan sejumlah pekerja dan relawan di SPPG terpaksa menghentikan aktivitas kerja untuk sementara waktu.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.