TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, semringah ketika dirinya ditunjuk sebagai pelatih timnas negeri Paman Sam pada September 2024 lalu.
Selain bisa bekerja sama dengan talenta sepak bola yang ada di sana, Pochettino juga membayangkan nuansa Piala Dunia 2026 yang akan sangat terasa.
Apalagi Amerika Serikat bertindak sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada.
Namun harapan Pochettino untuk terkena demam Piala Dunia lebih cepat ternyata pupus.
Bahkan hingga akhir tahun 2025, Pochettino mengaku tak bisa mendapatkan nuansa yang dibayangkan.
Untungnya, eks pelatih Tottenham dan Chelsea ini tak mengakhiri harapannya dengan kekecewaan.
Ia mengaku akhirnya bisa merasakan kemeriahan Piala Dunia 2026 saat mendekati masa kick-off.
Baca juga: Cerita Mantan Pecandu Judi Bola dan Waspada Daya Pikat Piala Dunia 2026
Pochettino mengatakannya setelah mengantar Timnas Amerika Serikat berhadapan dengan Jerman di sebuah laga uji coba yang digelar pada Minggu (7/6/2026) di Soldier Field, Chicago, Amerika Serikat.
Ia melihat para penggemar yang mulai memadati stadion dan terus bersorak memberikan semangat kepada para pemain yang bertanding.
"Mungkin karena ekspektasi saya sendiri, atau kesalahan saya, saya berharap bisa nendapatkan nuansa Piala Dunia di Amerika Serikat sekitar satu setengah tahun lalu bisa seperti sekarang ini," kata Pochettino dikutip dari The Sports Bank.
"Itu mungkin adalah kesalahan saya. Kami harus membangun semangat itu lagi."
"Ketika kami mulai berjalan ke Piala Dunia pada satu setengah tahun lalu, mungkin kami berharap terlalu banyak."
"Namun sekarang, kami bisa merasakannya," paparnya.
Timnas Amerika Serikat sendiri akan tampil di Piala Dunia dengan mengandalkan seorang Christian Pulisic.
Pemain yang membela panji AC Milan itu memang masih menjadi figur terbaik yang ada di skuad negeri Paman Sam saat ini.
Kemampuannya membangun serangan juga bakal diandalkan pelatih Mauricio Pochettino ke depannya.
Pochettino sangat yakin pemain bintangnya ini akan bersinar dan bahkan mencetak gol saat tampil di Piala Dunia 2026 mendatang.
"Dia akan mencetak gol di Piala Dunia," kata Pochettino dikutip dari NY Post.
Pulisic sendiri juga lega setelah dirinya bisa mencetak gol bagi negaranya lagi.
"Ini terasa sangat luar biasa. Saya kembali mendapatkan rasa percaya diri saya lagi," ucap Pulisic.
"Saya sebenarnya bermain sangat baik dalam beberapa bulan terakhir, tetapi orang-orang nampaknya hanya peduli dengan gol."
"Saya berharap orang-orang bisa mulai berhenti membicarakan itu. Lagipula ini hanyalah laga uji coba."
"Kami akan memiliki pertandingan besar dalam beberapa waktu ke depan dan kami harus siap dengan itu," lanjutnya.
Drama di Luar Lapangan Piala Dunia 2026
Berbagai drama di luar lapangan turut mewarnai persiapan Piala Dunia 2026, terutama di Amerika Serikat.
Sejumlah isu mencuat, mulai dari aturan visa, cuaca panas ekstrem, harga tiket yang tinggi, hingga memanasnya hubungan Amerika Serikat dengan Iran.
Mengutip Fox News, terdapat sekitar 75 nama dalam daftar pembekuan visa, dengan 15 di antaranya berasal dari negara peserta Piala Dunia 2026.
Beberapa negara yang disebut masuk dalam daftar tersebut antara lain Brasil, Maroko, Kolombia, Uruguay, Senegal, Ghana, Iran, dan Mesir.
Di sisi lain, harga tiket juga menjadi sorotan.
Sebagai contoh, pada laga pembuka antara Amerika Serikat melawan Paraguay di Inglewood, California, 13 Juni mendatang, tiket kategori 1 barisan depan dilaporkan mencapai 4.105 dolar AS atau sekitar Rp70 juta, dikutip dari ESPN.
Angka ini naik signifikan dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 2.735 dolar AS atau Rp46,7 juta.
Selain itu, faktor cuaca ekstrem juga diperkirakan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain.
Di sejumlah kota tuan rumah seperti Miami, Houston, Dallas, Monterrey, Kansas City, dan Atlanta, suhu diperkirakan bisa mencapai minimal 32 derajat Celsius, dikutip dari BBC.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, beberapa stadion seperti di Houston dan Dallas telah dilengkapi atap yang dapat dibuka-tutup serta sistem pengatur suhu guna mengurangi dampak panas ekstrem.
Kondisi panas ini bahkan sudah mulai dirasakan Timnas Inggris saat menjalani latihan di West Palm Beach, Florida, dengan suhu yang menembus lebih dari 32 derajat Celsius.
Drama-drama di luar lapangan tersebut juga turut disorot oleh Adrian dari Spieltag Indonesia yang melakukan podcast di Tribunnews berjudul "SUPER TAKTIK: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia".
"Cuma memang kondisi AS yang banyak perubahan aturan, terutama imigrasi (visa) yang beberapa negara diblacklist," kata Adrian.
"Ditambah tiket pertandingan sangat mahal melebisi edisi sebelumnya di Qatar."
"Ya, ini cukup kontroversial sebelum bergulir, tapi untungnya Meksiko dan Kanada gak ada isu hal-hal tersebut."
"Ditambah hubungannya dengan Iran dengan AS yang belum membaik," tambahnya.
(Tribunnews.com/Guruh, Ali)