Antrean Verifikasi SPMB SMA di Boyolali, Ngemplak Padat, Banyudono dan Teras Lengang
Ryantono Puji Santoso June 09, 2026 04:29 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOL.COM, BOYOLALI – Proses pembuatan akun dan verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA di Boyolali menunjukkan kondisi berbeda di sejumlah sekolah pada Selasa (9/6/2026).

Jika di SMA Negeri 1 Ngemplak, antrean calon murid terpantau cukup panjang.

Antusiasme masyarakat bahkan membuat sebagian orang tua rela datang sejak subuh agar bisa lebih cepat mendapatkan layanan verifikasi akun.

Kondisi berbeda justru terlihat di SMA Negeri 1 Banyudono.

Baca juga: SMPN 1 Sukoharjo Masih Jadi Primadona, Pendaftar SPMB 2026 Tembus 500 Siswa di Hari Kedua

Proses pembuatan akun dan verifikasi di sekolah tersebut terpantau relatif lengang.

Calon murid yang datang bisa langsung dilayani tanpa harus menunggu antrean panjang.

Situasi serupa juga terjadi di SMA Negeri 1 Teras, di mana layanan verifikasi berjalan lebih cepat karena jumlah pendaftar yang datang tidak terlalu padat.

ANTRE VERIFIKASI - Calon murid SMK dan SMA saat mengantri verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 1 Ngemplak, Boyolali, Senin (8/6/2026). Tak hanya warga Boyolali, calon murid dari Solo, Sukoharjo hingga Karanganyar turut memadati sekolah tersebut demi mendapatkan layanan verifikasi berkas lebih awal.
ANTRE VERIFIKASI - Calon murid SMK dan SMA saat mengantri verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 1 Ngemplak, Boyolali, Senin (8/6/2026). Tak hanya warga Boyolali, calon murid dari Solo, Sukoharjo hingga Karanganyar turut memadati sekolah tersebut demi mendapatkan layanan verifikasi berkas lebih awal. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Kini Melandai

Ketua SPMB SMA Negeri 1 Banyudono, Martutik, mengatakan bahwa lonjakan pendaftar terjadi pada awal pembukaan layanan, namun kini mulai melandai.

“Kalau minggu kemarin setelah dibuka itu yang ramai. Kemarin dan hari ini mulai landai,” ujar Martutik.

Ia menyebutkan, pada hari pertama lonjakan pendaftar mencapai sekitar 70 murid. Sementara pada hari ini jumlahnya menurun menjadi sekitar 25 murid.

“Kemarin kita melayani sekitar 70-an. Kalau hari ini sudah 25 murid,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.