TRIBUNNEWS.COM - Komjen Pol. Marthinus Hukom menjadi perwira tinggi Mabes Polri setelah posisinya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI digantikan oleh Komjen Pol. Suyudi Ario Seto.
Pergantian jabatan tersebut sudah terjadi sejak Senin, 25 Agusuts 2025 lalu.
Kala itu Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto menjadi Kepala BNN RI di Istana Negara, Jakarta.
Sudah 9 bulan berlalu, Marthinus Hukom diketahui masih aktif sebagai jenderal bintang tiga di Mabes Polri.
Dari penelusuran Tribunnews, saat ini Marthinus Hukom berusia 57 tahun sehingga ia belum memasuki masa pensiun anggota Polri berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri.
Batas maksimal usia pensiun anggota Polri dalam UU tersebut adalah 58 tahun.
Meski sudah tak menduduki jabatan Kepala BNN, Marthinus Hukom masih sempat tampil di layar kaca televisi sebagai narasumber.
Baca juga: Rekam Jejak Gemilang 3 Jenderal Ryacudu: 2 Moncer di TNI dan 1 Cemerlang di Polri
Pada November 2025, ia tampil sebagai narasumber di salah satu televisi swasta nasional untuk membicarakan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta.
Lantas, seperti apakah sosok Komjen Pol. Marthinus Hukom yang kini menjadi perwira tinggi Mabes Polri? Berikut ini informasinya.
Komjen Marthinus Hukom menjabat sebagai Kepala BNN RI sejak Desember 2023 hingga Agustus 2025.
Sepanjang kariernya, Marthinus Hukom juga pernah menjabat sebagai Kepala Detasemen Khusus (Kadensus) 88 AT Polri.
Marthinus Hukom lahir di Ameth, Nusalaut, Maluku Tengah, Maluku, pada 30 Januari 1969.
Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991.
Di Akpol, Marthinus satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Sederet pendidikan yang pernah ditempuhnya antara lain adalah PTIK (1999-2001), Sespimpol (2005), Intelligence Analyst Course, Filipina (2008), Major Case Management Course, Filipina (2008), Lemhannas RI PPRA LIV (2016), Kajian Strategi Intelijen Pascasarjana UI (2015-2018), dan Program Doktor Filsafat Terorisme Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta (2020-Sekarang).
Nama lengkap berikut dengan gelarnya adalah Komjen Pol. Dr. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si.
Marthinus sudah malang melintang berkarier di dalam kepolisian tanah air.
Berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara sudah pernah diembannya.
Marthinus tercatat pernah menjadi Katim Anti Teror Bom Polda Metro Jaya (2001-2002), Analis Intelijen Satgas Anti Teror Polri (2002-2015), dan Kelompok Ahli BNN RI Bidang Intelijen (2010-2012).
Karier jenderal asal Maluku ini makin moncer setelah ia didapuk menjadi Kabid Intelijen Densus 88 AT Polri pada tahun 2010.
Pada tahun 2015, ia diangkat menjadi Wakadensus 88 AT Polri.
Setelah itu, Marthinus dimutasi menjadi Direktur Penegakan Hukum Kedeputian Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT RI pada tahun 2016.
Pada tahun 2018, ia kembali diamanahkan untuk menjabat sebagai Wakadensus 88 AT Polri.
Kemudian, Marhinus Hukom diangkat menjadi Kadensus 88 AT Polri pada tahun 2020.
Pada tahun 2023, ia lalu dipercaya untuk mengisi kursi jabatan sebagai Kepala BNN.
Marthinus Hukom memiliki rekam jejak yang cemerlang sepanjang kariernya sebagai anggota polisi.
Beberapa kali ia menangani sejumlah kasus terorisme di tanah air yang menyita perhatian publik.
Pada tahun 2002, Marthinus turut serta menangkap pelaku terorisme bom bali bernama Ali Imron.
Komjen Marthinus Hukom juga berperan besar dalam memimpin Densus 88 AT Polri dalam penangkapan dan pengusutan kasus terorisme di Indonesia.
(Tribunnews.com/Rakli)