POSBELITUNG.CO, BELITUNG – Harga ikan di Pasar Ikan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung mulai mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.
Ketua Forum Pasar Ikan Tanjungpandan, Radianto, mengatakan penurunan harga terjadi pada beberapa komoditas ikan yang sebelumnya sempat berada di level cukup tinggi.
Namun komoditas tertentu seperti cumi-cumi yang masuk ekspor, harganya masih bertahan sekitar 140 ribu per kilo untuk ukuran besar.
"Harga sebenarnya sudah mengalami penurunan dibandingkan sekitar dua minggu lalu. Penurunan ini banyak faktor juga, kemungkinan berkurangnya permintaan di pasar," kata Radianto, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, salah satu komoditas yang mengalami penurunan adalah ikan laisi.
Saat ini harga ikan tersebut berada di kisaran Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram.
Padahal sebelumnya, harga ikan laisi sempat mencapai Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram saat pasokan terbatas.
Sementara itu, ikan lampa kini dijual sekitar Rp3 ribu per kilogram.
Untuk ikan tongkol, harga ukuran besar saat ini berada di bawah Rp20 ribu per kilogram.
Sedangkan tongkol ukuran kecil dijual hingga Rp25 ribu per kilogram tergantung kualitas dan kondisi pasokan.
Meski sejumlah komoditas mengalami penurunan, harga ikan tenggiri masih relatif stabil.
Tenggiri hasil pancing dijual sekitar Rp80 ribu per kilogram, sedangkan tenggiri hasil jaring berkisar Rp65 ribu per kilogram.
"Kalau dirata-ratakan, harga tenggiri saat ini berada di kisaran Rp70 ribuan per kilogram," ujarnya.
Sementara harga cumi ukuran besar masih bertahan tinggi di kisaran Rp140 ribu per kilogram.
Ia menambahkan, harga komoditas laut tertentu seperti cumi, tenggiri dan kerapu masih bertahan.
Dikarenakan permintaan dari perusahaan yang membeli hasil tangkapan untuk pasar luar daerah maupun ekspor.
Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan lebih memilih menangkap komoditas bernilai tinggi dibandingkan jenis ikan lainnya.
"Jadi pasokan ikan di pasar dari nelayan pancing mengalami penurunan karena sebagian nelayan lebih memilih mencari komoditas yang memiliki nilai jual tinggi seperti cumi dan tenggiri," katanya.
Selain itu, faktor nilai tukar dolar juga turut memengaruhi harga hasil laut karena sebagian komoditas dipasarkan hingga ke luar negeri.
"Di sisi lain, faktor nilai tukar dolar juga turut berpengaruh karena sebagian hasil laut dikirim ke luar daerah bahkan ke luar negeri," katanya.
Menurut Radianto, dalam beberapa hari hingga satu minggu terakhir aktivitas jual beli di pasar memang tidak seramai biasanya.
Kondisi ini disinyalir akibat kondisi ekonomi masyarakat sehingga lebih selektif dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari.
"Pasar memang cenderung sepi, mungkin masyarakat lebih selektif dalam berbelanja dibandingkan biasanya," ungkapnya. (posbelitung.co/dede suhendar)