TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pembangunan Tempat Penitipan Anak (TPA) di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung mulai dimatangkan pemerintah Kabupaten Badung.
Fasilitas tersebut rencana dibangun sebagi upaya menciptakan lingkungan kerja yang ramah keluarga sekaligus membantu para pegawai maupun masyarakat yang membutuhkan layanan penitipan anak.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang ditemui di Balai Budaya Badung mengatakan gagasan pembangunan TPA tersebut berawal dari perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung terhadap kebutuhan para pegawai yang memiliki anak usia dini.
Baca juga: Bupati Badung Paparkan Strategi Pembangunan dalam Dukung Pariwisata, Infrastruktur Fokus Utama
Menurutnya, keberadaan fasilitas penitipan anak dinilai penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang tua saat menjalankan aktivitas.
"Untuk tempat penitipan anak, memang sedang direncanakan. Ibu Ketua TP PKK melihat bahwa untuk mendukung pegawai, termasuk juga masyarakat Badung untuk diperlukan tempat penitipan anak yang representatif," ujarnya pada Selasa 9 Juni 2026
Mantan Sekada Badung itu mengaku sudah mulai menyiapkan fasilitas terkait dengan pembangunan tersebut.
Dalam membangun fasilitas itu, dirinya sudah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Badung telah dilakukan guna menyiapkan lokasi.
Baca juga: Meriahkan PKB Badung, TP PKK Gelar Lomba Seksi Kewanitaan
"Dari hasil komunikasi itu, bangunan eks Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) di kawasan Puspem Badung diproyeksikan menjadi lokasi awal operasional layanan penitipan anak tersebut. Jadi saya sudah berkoordinasi dengan Pak Sekda," tegasnya.
Ke depan dirinya, di Pemkab Badung akan melihat perkembangan ke depan. Menurut Adi Arnawa, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap tingkat kebutuhan dan minat masyarakat terkait fasilitas tersebut.
Baca juga: Mantan Sekda Badung Subawa Meninggal, Pengabenan Gunakan Bade Tumpang Tujuh: Hidup adalah Berkarma
Apabila jumlah pengguna cukup tinggi, Pemkab Badung tidak menutup kemungkinan melakukan pengembangan fasilitas yang lebih representatif.
"Kalau ternyata kebutuhan penitipan anak cukup besar, tentu akan kita kembangkan lagi ke depan. Prinsipnya kami ingin menghadirkan fasilitas yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan pegawai. Begitu juga benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat," jelasnya.
Bupati Adi Arnawa menambahkan, saat ini proses kajian dan persiapan masih berlangsung. Pemkab Badung menargetkan realisasi program tersebut dapat diwujudkan pada tahun 2027.
Karena, keberadaan TPA di lingkungan Puspem Badung diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas pendukung pelayanan publik yang ramah keluarga, sekaligus membantu meningkatkan produktivitas pegawai karena anak-anak mereka mendapatkan pengasuhan yang aman selama jam kerja.
"Mudah-mudahan kalau semua berjalan lancar, tahun 2027 sudah bisa direalisasikan," imbuhnya. (*)