Provinsi Lampung Jajaki Potensi Tanaman Sorgum Dukung Industri Bioetanol
Reny Fitriani June 09, 2026 04:39 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Provinsi Lampung menjajaki potensi pengembangan sorgum sebagai bahan baku utama industri bioetanol guna mendukung ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Pemprov Lampung Siapkan Lahan 21 Hektare untuk Pusat Industri Bioetanol, Ini Lokasinya

Langkah ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian lokal, mengingat sorgum dinilai memiliki kecocokan agroklimat yang ideal di wilayah Lampung.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menyatakan bahwa penanaman sorgum bukanlah hal yang sepenuhnya baru bagi petani di Bumi Ruwa Jurai. 

Beberapa daerah di Lampung bahkan telah memulai penanaman sorgum sebagai diversifikasi komoditas.

Menurutnya, beberapa daerah seperti Pesawaran, hingga way kanan pernah menjajaki ujicoba penanaman sorgum meskipun belum berskala besar.

"Secara kebutuhan lahan, potensi di Lampung sangat sesuai dengan agroiklimat untuk sorgum. Tanaman ini sebenarnya tidak terlalu sulit dalam pemenuhan unsur haranya, sehingga sangat memungkinkan untuk dikembangkan lebih luas," ujar Elvira.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah pusat, Pemprov Lampung telah menyiapkan aset lahan seluas sekitar 24 hektare di Desa Kota Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, serta lahan di Desa Rejosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Saat ini, lahan tersebut masih berstatus sebagai lahan produktif yang dikelola oleh masyarakat setempat untuk ditanami komoditas ubi kayu (singkong) dan jagung.

Meskipun lahan telah siap, Elvira menegaskan bahwa Pemprov Lampung tetap mengedepankan aspek teknis dan ilmiah sebelum operasional industri berjalan penuh.

Pihaknya berencana melibatkan laboratorium Tanah Universitas Lampung (Unila) untuk melakukan pengujian mendalam guna memastikan kesesuaian parameter lahan.

"Nanti secara teknis akan diuji oleh laboratorium Tanah Unila. Artinya, harus tepat, karena memang harus ada pengujian lanjutan untuk memastikan kecocokan lahan secara detail," jelasnya.

Ia menyebut bahwa dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah bakal mulai mendatangkan bibit sorgum guna memulai proyek stratehis nasional ini," 

"Dalam beberapa waktu ke depan, bibit sorgum juga akan didatangkan ke Lampung, semoga semua berjalan dengan lancar," Kata dia.

Pihaknya menyebut, pemanfaatan Sorgum dilakukan agar tidak mengganggu tanaman lain seperti singkong dan jagung yang telah memiliki ekosistem sendiri di Lampung.

Dengan begitu, ke depan, komoditas tebu, jagung, dan sorgum akan diintegrasikan untuk menjaga keberlanjutan pasokan feedstock isetempat

Langkah ini diharapkan tidak hanya mendorong kemajuan industri bioetanol nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.