Mahasiswa Yahukimo Klarifikasi Pamflet Kontroversial, Minta Maaf ke Bupati
Roifah Dzatu Azmah June 09, 2026 04:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Mahasiswa Yahukimo yang menempuh pendidikan di Kota Studi Manokwari, Papua Barat, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, terkait narasi kontroversial yang sempat muncul dalam sebuah pamflet aksi.

Mahasiswa mengakui bahwa penyebaran pamflet yang memuat kalimat "Salibkan Didimus Yahuli" merupakan tindakan spontan yang lahir dari luapan emosi, saat menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo.

Mantan Pengurus Ikatan Mahasiswa Yahukimo (IMY) Manokwari, Ony Kabak, menjelaskan bahwa pernyataan tersebut bukan ditujukan untuk menyerang pribadi Bupati Yahukimo, melainkan sebagai bentuk kritik terhadap jalannya pemerintahan dan perkembangan daerah selama masa kepemimpinan saat ini.

Baca juga: DPRK Manokwari Imbau Masyarakat Jaga Keamanan Pesparawi Nasional XIV

Menurut Ony, isu yang diangkat mahasiswa ketika itu berkaitan dengan kondisi pengungsian masyarakat yang berada di wilayah Jalan Gunung pada November lalu.

"Yang kami soroti sebenarnya adalah persoalan yang terjadi di daerah. Namun dalam aksi tersebut sempat muncul penyebutan nama bupati dengan narasi 'Salibkan Didimus Yahuli'," ujarnya Ony di Asrama Mahasiswa Yahukimo, Sabtu (5/6/2026).

Ia menjelaskan, mahasiswa sebelumnya telah berupaya membangun komunikasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Yahukimo dengan mendatangi daerah tersebut untuk bertemu bupati. 

Namun, mereka tidak memperoleh kesempatan untuk bertemu secara langsung dan hanya diterima oleh pihak Dinas Pendidikan dan Sekda.

Akibat dinamika yang berkembang pasca-aksi tersebut, Ony mengatakan mahasiswa mendapat informasi bahwa bantuan pemerintah daerah kepada mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Manokwari akan dihentikan.

Baca juga: Minyakita 2 Liter Langka di Fakfak, Harga Naik Rp23 Ribu per Liter

Padahal, kata dia, banyak mahasiswa yang saat ini sedang menghadapi kebutuhan mendesak, termasuk biaya tempat tinggal.

"Masa jatuh tempo pembayaran kontrakan akan berakhir pada akhir Juni. Tempat tinggal kami akan berhenti dalam bulan ini," katanya.

Sementara itu, Dewan Penasehat Organisasi (DPO) Ikatan Mahasiswa Yahukimo Manokwari, Agung Yual, meminta Pemerintah Kabupaten Yahukimo untuk tetap memperhatikan keberlangsungan pendidikan mahasiswa yang sedang menempuh studi di Manokwari.

Menurut Agung, jumlah mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Manokwari terus bertambah setiap tahunnya.

"Ada mahasiswa lama dan ada juga mahasiswa yang baru datang untuk menempuh pendidikan di Kota Studi Manokwari," ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melihat mahasiswa sebagai aset pembangunan daerah yang nantinya akan berkontribusi bagi kemajuan Yahukimo.

"Karena itu kami meminta Bupati Yahukimo untuk menyelamatkan mahasiswa yang nantinya akan menjadi bagian dari perubahan dan pembangunan daerah di masa depan," katanya.

Di sisi lain, Ketua Ikatan Mahasiswa Yahukimo Kota Studi Manokwari, Ima Siep, membacakan pernyataan sikap resmi organisasi sebagai bentuk tanggung jawab moral atas polemik yang terjadi.

Dalam pernyataannya, mahasiswa Yahukimo menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Bupati Yahukimo atas segala tindakan yang dinilai berdampak pada pencemaran nama baik.

"Kami, Ikatan Mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Manokwari, dengan penuh kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Yahukimo Didimus Yahuli atas segala bentuk tindakan yang berimplikasi pada pencemaran nama baik Bapak," ujar Ima saat membacakan pernyataan sikap.

Baca juga: Holland Fans Manokwari Bersih-Bersih Kota Sambut Pesparawi Nasional XIV 2026

Mahasiswa juga mengakui bahwa penyebaran pamflet dengan narasi "Salibkan Didimus Yahuli" merupakan ekspresi yang lahir dari luapan emosional spontan akibat keprihatinan terhadap kondisi daerah, tanpa adanya niat untuk mencederai martabat pribadi bupati.

Selain itu, mahasiswa menyatakan telah menindaklanjuti instruksi Bupati Yahukimo dengan melakukan klarifikasi dan permohonan maaf serta menyampaikan penjelasan terkait sembilan poin yang sebelumnya menjadi perhatian pemerintah daerah.

Klarifikasi tersebut telah disampaikan baik melalui media maupun dokumen tertulis yang diteruskan melalui jalur komunikasi resmi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo.

Mahasiswa menegaskan bahwa tiga poin pernyataan sikap tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus komitmen untuk menjaga hubungan komunikasi yang baik antara mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Manokwari dengan Pemerintah Kabupaten Yahukimo.

"Ketiga poin ini merupakan bentuk pertanggungjawaban moral dan komitmen kami untuk menjaga kondusivitas komunikasi antara mahasiswa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Yahukimo," tutup Ima. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.