Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, BORONG – Kerinduan warga Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, untuk menikmati air minum bersih akhirnya terwujud. Setelah belasan tahun bergantung pada air saluran irigasi untuk kebutuhan sehari-hari, kini ratusan keluarga di desa tersebut mulai mendapatkan akses air bersih langsung ke rumah mereka.
Tokoh masyarakat Desa Golo Kantar, Martinus Madi, mengaku bersyukur atas hadirnya layanan air minum bersih yang selama ini dinantikan warga.
"Selama belasan tahun kami merindukan air minum bersih. Selama ini kami menggunakan air dari saluran irigasi untuk minum, mandi, dan mencuci. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur yang telah menghadirkan kembali air bersih bagi masyarakat Golo Kantar," ujar Martinus kepada TRIBUNFLORES.COM, Selasa (9/6/2026).
Menurut Martinus, sebelumnya masyarakat sempat menikmati layanan air bersih yang dibangun pihak swasta. Namun layanan tersebut tidak lagi berfungsi sehingga warga kembali mengalami kesulitan memperoleh air layak konsumsi.
Baca juga: Jurnalis Diajak Perkuat Edukasi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri di Sikka
Harapan warga itu kini terjawab setelah Unit Pelaksana Teknis Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (UPTD-SPAM) Kabupaten Manggarai Timur menggelar sosialisasi pengaktifan dan manajemen pemanfaatan air minum bersih bagi calon pelanggan baru di Aula Kantor Desa Golo Kantar, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, dan dihadiri anggota DPRD Manggarai Timur Rikardus Runggat dan Mikael Nardi, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga calon pelanggan.
Kepala UPTD-SPAM Manggarai Timur, Fransiskus Yun Aga, menjelaskan bahwa pengaktifan meteran air bersih ini merupakan tindak lanjut dari proyek pembangunan jaringan air minum bersih tahun anggaran 2025.
Sebanyak 292 sambungan rumah telah terpasang, dengan 288 pelanggan siap diaktifkan. Rinciannya, Kampung Jawang sebanyak 194 pelanggan, Kampung Tado 54 pelanggan, dan Kampung Kampas 40 pelanggan. Sementara empat sambungan lainnya belum diaktifkan karena rumah pemiliknya tidak dihuni.
Fransiskus berharap kehadiran layanan tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan UPTD-SPAM.
Ia menjelaskan, proses pengaktifan sambungan akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Setelah itu dilakukan pencatatan angka meter awal dan pelanggan baru mulai membayar retribusi pada 1 Agustus 2026.
Menurutnya, tarif air minum dibagi dalam empat kelompok, yakni kelompok sosial, rumah tangga, niaga, dan kelompok khusus. Pembayaran dapat dilakukan melalui Bank NTT maupun BNI.
"Dalam pelayanan publik tentu ada kendala dan hambatan. Karena itu kami menghadirkan inovasi Asi Peleng sebagai sarana informasi dan pengaduan pelanggan. Pengaduan bisa disampaikan melalui nomor kantor, forum pelanggan di setiap unit, maupun langsung kepada petugas kami," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, mengatakan kehadiran layanan air minum bersih bukan sekadar menghadirkan air ke rumah warga, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan, kualitas hidup, dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, sosialisasi ini penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hak dan kewajiban pelanggan, mekanisme pembayaran rekening air, hingga tata cara penyampaian pengaduan.
"Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui UPTD-SPAM terus berkomitmen meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan air minum yang aman, layak, dan berkelanjutan," ujarnya.
Tarsisius mengingatkan bahwa infrastruktur air minum yang telah dibangun menggunakan anggaran yang tidak sedikit sehingga harus dijaga bersama oleh masyarakat.
Ia mengajak warga menggunakan air secara bijaksana, menghindari pemborosan, menjaga kebersihan sumber air, serta merawat jaringan dan fasilitas yang telah tersedia.
"Apabila ditemukan kerusakan atau gangguan pada jaringan air minum, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat," katanya.
Selain itu, ia meminta pelanggan membayar rekening air tepat waktu dan membangun komunikasi yang baik dengan UPTD-SPAM demi keberlanjutan pelayanan.
Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Manggarai Timur, Rikardus Runggat, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur yang telah menghadirkan layanan air bersih bagi masyarakat Desa Golo Kantar.
Ia menilai program tersebut merupakan bukti nyata perhatian pemerintah daerah bersama DPRD dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Karena itu, Rikardus mengajak warga menjaga seluruh fasilitas air bersih yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.(rob)