Hilirisasi Sagu SBT Dinilai Paling Layak Jadi PSN, Fachri: Pemerintah Pusat Beri Sinyal Positif
Mesya Marasabessy June 09, 2026 04:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendorong program hilirisasi sagu sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) mulai menunjukkan perkembangan positif.

Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, mengatakan pemerintah pusat menilai usulan hilirisasi sagu dari Kabupaten SBT menjadi yang paling layak dibandingkan daerah lain yang mengajukan program serupa.

"Alhamdulillah semakin memperlihatkan ujung yang terang," ujarnya saat saat membuka Bimbingan Teknis E-Katalog bagi penyedia barang dan jasa serta pelaku usaha di Kabupaten SBT, di Aula Pandopo Bupati, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, dalam pembahasan bersama pemerintah pusat terdapat tiga daerah yang mengusulkan program hilirisasi sagu sebagai PSN, yakni Kabupaten Nias, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

Namun, berdasarkan penilaian yang disampaikan pihak pemerintah pusat, SBT dinilai memiliki potensi bahan baku yang besar serta keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan industri sagu.

"Dari tiga daerah yang mengusulkan PSN terkait hilirisasi sagu, yang dianggap paling layak untuk didorong menjadi PSN adalah Seram Bagian Timur," tegasnya.

Baca juga: Polemik Lahan Demplot Sepa, Makariki Maju Nilai ada Pelanggaran Kesepakatan Picu Spontanitas Warga

Baca juga: Maluku Raih Opini WTP ke-10 Berturut-turut, Pertahankan Prestasi Sejak 2015

Fachri mengaku awalnya mengira program hilirisasi sagu lebih berkaitan dengan Kementerian Pertanian. 

Namun dalam berbagai diskusi yang dilakukan, justru Kementerian Perindustrian menjadi pihak yang pertama kali menggagas konsep hilirisasi sagu.

Menurutnya, sebelumnya pemerintah pusat hanya melirik Nias dan Lingga sebagai daerah potensial. 

Hanya saja, setelah melihat potensi sagu di SBT, pemerintah pusat mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap kabupaten tersebut.

"Bahkan mereka menyampaikan kalau mengetahui potensi SBT sejak awal, maka SBT yang akan diusulkan langsung oleh pemerintah pusat," bebernya.

Meski demikian, Fachri mengatakan masih terdapat sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi pemerintah daerah sebelum usulan tersebut diputuskan secara final.

Ia berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat bekerja sama mendukung proses tersebut agar SBT dapat ditetapkan sebagai lokasi PSN hilirisasi sagu.

"Kita berharap semua kekurangan yang diminta dapat segera dipenuhi sehingga peluang ini bisa benar-benar diwujudkan," tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.