Abrasi di Desa Penyak Bangka Tengah, Rusak Sejumlah Rumah Warga dan Pondasi Jalan Nasional
Ardhina Trisila Sakti June 09, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Fenomena abrasi pengikisan daratan akibat gelombang air laut dirasakan langsung ratusan Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di kawasan pesisir pantai Desa Penyak, Kabupaten Bangka Tengah.

Pantauan Bangkapos.com, deretan rumah di kawasan itu memang berbatasan langsung dengan bibir pantai pada bagian halaman belakangnya.

Abrasi yang terjadi bahkan membuat daratan tanah di belakang salah satu rumah, nampak habis teregerus dan hanya menyisakan pondansi batu sebagai penahan.

Pada titik lain, kuatnya arus air laut yang terus datang bahkan membuat pondasi pelindung fasilitas jalan nasional penghubung Kota Pangkalpinang menuju Koba mengalami longsor.

Kepala Desa Penyak, Saparudin menyampaikan kuatnya abrasi sampai mengakibatkan adanya kerusakan pada sejumlah fasilitas rumah masyarakat seperti dapur ataupun saluran pembuangan limbah.

Menurutnya, hal itu terjadi karena semakin hilangnya daratan yang sebelumnya menjadi benteng alami pemukiman warga dari gelombang air laut.

"Daratan semakin terkikis, sehingga ada rumah warga yang septic tank-nya itu sampai jebol, dapurnya rusak. Itu sudah terjadi," ujar Saparudin, Selasa (9/6/2026).

Untuk itu Saparudin menegaskan, pemerintah desa bersama seluruh warga mendukung rencana Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung untuk melanjutkan pembangunan pengaman pantai di sepanjang wilayah Desa Penyak dan Terentang.

"Tahun kemarin memang sempat tertunda karena ada teknis di lapangan. Alhamdulillah ini bisa terlaksana lagi, sehingga insyaallah yang terdampak itu merasa aman itu semuanya," tambahnya.

Dikatakan Saparudin, setidaknya terdapat sekitar 200 KK yang tinggal di daerah paling rawan abrasi dan membutuhkan penanganan segera. Mereka terbagi ke dalam tiga Rukun Tetangga (RT), mulai dari wilayah RT 1 hingga RT 3.

"Nah, dari RT 1 sampai RT 3 hampir semuanya terdampak, mungkin ada 200 KK tinggal di situ. Mudah-mudahan adanya pembangunan ini, insyaallah rumah warga yang terdampak bisa aman dan nyaman," ujar Saparudin, Selasa (9/6/2026).

Saparudin menegaskan masyarakat di wilayahnya menyambut baik rencana pembangunan itu, sebagai langkah konkret penaganan abrasi yang mengancam pemukiman warga.

Selain itu, dirinya berharap proyek ini dapat menyelamatkan aset jalan nasional, karena terdapat sejumlah pondasinya terkikis abrasi.

"Di ujung kampung itu, dekat area pemakaman, sangat dekat jarak dengan jalan. Mudah-mudahan kalau ada pengaman, jalan bisa diselamatkan," terangnya.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.