Bupati Karawang Akui Kirim Map ke Dadan Hindaya, Sebut Isinya Surat Usulan Bangun Dapur MBG: Wajar
M Zulkodri June 09, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM --  Bupati Karawang Aep Syaepuloh memberikan penjelasan terkait kemunculan map bertuliskan "Bupati Karawang" yang terlihat dalam dokumentasi penggeledahan rumah mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Aep membenarkan bahwa map tersebut memang dikirim oleh Pemerintah Kabupaten Karawang kepada Dadan.

Sebelumnya, keberadaan map itu menjadi perhatian publik setelah terlihat dalam video penggeledahan yang dilakukan penyidik Kejaksaan Agung dan beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut tampak sebuah map berlabel "Bupati Karawang" berada di atas meja, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat.

Menanggapi hal itu, Aep menjelaskan bahwa map tersebut berisi surat usulan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karawang.

Usulan itu berkaitan dengan pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (B3), terutama di daerah dengan angka stunting yang masih tinggi.

Dalam dokumen tersebut, Pemkab Karawang juga mengusulkan 12 kecamatan untuk mendapatkan tambahan fasilitas dapur MBG.

Saat ini jumlah dapur MBG yang tersedia di Karawang tercatat sebanyak 261 unit. Sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 453 unit sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 174 dapur.

"Yang kami ajukan, saya pikir ini hal yang wajar surat ini. Wajarnya apa? Saya bilang, sama kita ajukan ini ke BGN. Saya pun sama, saya mengajukan surat-surat yang kayak gini ke dinas-dinas itu bukan hanya ke BGN saja," kata Aep usai memimpin apel pegawai di Halaman Kantor Bupati Karawang, Senin (8/6/2026).

Aep menerangkan surat tersebut diajukan setelah Deputi Bidang Pencegahan BGN melakukan kunjungan kerja ke Karawang pada April 2026.

Dalam kunjungan tersebut ditemukan 19 dapur MBG yang dinilai belum memenuhi ketentuan yang berlaku. Menurut Aep, saat itu pihak BGN juga membuka kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mengajukan kebutuhan tambahan sesuai mekanisme yang tersedia.

"Nah, waktu itu Pak Deputi menyampaikan bahwa, tentunya hari ini sok kepala daerah silakan untuk mengajukan karena portalnya sudah ditutup," ujar dia.

Lebih lanjut, Aep menegaskan bahwa pengiriman surat usulan kepada kementerian maupun lembaga pemerintah merupakan hal yang lazim dilakukan oleh pemerintah daerah.

Ia menyebut Pemkab Karawang juga kerap mengajukan berbagai proposal kepada instansi pusat, mulai dari penanganan banjir Karangligar ke Kementerian PUPR, pembangunan Sekolah Rakyat, proyek sabuk pantai, hingga program kampung nelayan.

Menurutnya, surat yang dikirim ke BGN semata-mata merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan layanan gizi masyarakat melalui penambahan fasilitas dapur MBG di Karawang.

Profil Aep Syaepuloh

Aep Syaepuloh lahir di Karawang pada 7 Oktober 1978.

Ia menempuh pendidikan dasar di SD Anggadita 1 Klari, lalu melanjutkan ke SMP Suryadarma Bandar Lampung, dan menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri 2 Karawang.

Setelah itu, ia melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan Ekonomi.

Pada pilkada 2020 Aep mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati mendampingi Bupati petahana saat itu, Cellica Nurrachadiana.

Pasangan yang diusung oleh koalisi besar yang terdiri dari Partai Demokrat, PKS, NasDem, dan Golkar akhirnya memenangkan pilkada. 

Namun, pada pertengahan 2023, Cellica mengundurkan diri dari jabatannya untuk maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2024.

Posisi bupati kemudian dijabat oleh Aep Syaepuloh hingga akhir masa jabatan, menjadikannya calon kuat untuk Pilkada 2024.

Di pilkada 2024 dia berpasangan dengan Maslani. 

Keduanya terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang 2024 setelah berhasil meraih dukungan sebanyak 669.674 suara.

Dijuluki Crazy Rich Karawang

Selain sebagai bupati, Aep juga dijuluki ‘Crazy Rich Karawang’. 

Berdasarkan laporan LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harta kekayaan Aep Syaepuloh tercatat mencapai Rp 400,8 miliar, meski masih dalam proses verifikasi.

Angka ini mencerminkan keberhasilannya sebagai pengusaha sebelum terjun ke dunia politik.

Aep diketahui memiliki dan memimpin sejumlah perusahaan, antara lain:

  • PT Bintang Jaya Pratama Indonesia (Direktur/Pemilik)
  • PT Swastika Tunggal Pratama (Komisaris)
  • PT Tri Panca Indonesia (Direktur/Pemilik)

Perusahaannya bergerak di berbagai sektor, mulai dari konstruksi, penyewaan alat berat, pengadaan barang (general supplier), ekspedisi, hingga properti.

Kiprah Organisasi

Tak hanya aktif di dunia bisnis dan pemerintahan, Aep juga terlibat dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, di antaranya:

  • Dewan Pembina BPC HIPMI Karawang
  • Dewan Pembina dan Ketua HDCI Karawang
  • Dewan Pembina KADIN Karawang
  • Ketua KWARCAB Pramuka Karawang
  • Anggota Jabar Bergerak Karawang
  • Anggota Karawang Peduli
  • Anggota Warung Sedekah (WS) Karawang

Kiprahnya yang luas di berbagai bidang menjadikan Aep sebagai tokoh yang cukup lengkap: berpengalaman, berpengaruh, dan memiliki rekam jejak nyata di tengah masyarakat.

(Bangkapos.com/Surya.co.id/Tribun Jabar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.