Dollar Tembus Rp18.200, Bengkel di Jambi Keluhkan Naiknya Oli Mesin
Heri Prihartono June 09, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kenaikan nilai tukar dolar yang mencapai sekitar Rp18.200 disebut berdampak terhadap sektor perdagangan, khususnya perdagangan otomotif.

Hal tersebut disampaikan sejumlah pemilik bengkel onderdil sepeda motor di kawasan Pasar Kebon Handil, Kota Jambi.

Seorang pemilik bengkel setempat, Ihsan, mengatakan terjadi kenaikan harga oli mesin sepeda motor sekitar lima hingga 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Harga oli bisa naik 5 sampai 10 persen. Bulan depan mungkin bisa sampai 20 persen," katanya, Selasa (9/6/2026).

Ia menuturkan pasokan onderdil seperti oli dan busi di bengkelnya diperoleh melalui tenaga penjualan dari masing-masing merek.

Ihsan menjelaskan kenaikan harga tersebut berdampak pada menurunnya minat pembeli.

Konsumen juga disebut mulai memilih onderdil dengan harga yang lebih murah sehingga berdampak terhadap omzet usaha.

Ia menyebut kondisi tersebut juga berpotensi memicu maraknya peredaran oli palsu. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah agar nilai tukar rupiah terhadap dolar kembali stabil.

"Soalnya berdampak juga ke kita yang punya usaha bengkel ini. Semua harga barang naik," ucapnya.

Ia menilai saat ini pengeluaran masyarakat lebih besar dibandingkan pendapatan.

"Makanya minat pembeli menurun. Kami sebagai pemilik bengkel juga pusing memikirkan cara mengatasinya," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan seorang pemilik bengkel lainnya. Ia menyebut harga oli bermerek seperti MPX dan Shell mengalami kenaikan sekitar Rp20 ribu.

Sementara itu, harga oli biasa naik sekitar Rp10 ribu, harga ban meningkat sekitar Rp10 ribu, dan sejumlah onderdil lainnya naik sekitar lima persen.

Ia mengaku kondisi tersebut membuat aktivitas di bengkelnya menjadi lebih sepi.

"Dampaknya sekarang lebih sepi," ujarnya singkat.

Sementara itu, pantauan Tribunjambi.com di lokasi menunjukkan kawasan tersebut tetap ramai dikunjungi pembeli.

Masyarakat tampak mendatangi beberapa bengkel di kawasan tersebut. Meski demikian, sejumlah bengkel lainnya terlihat sepi.

Tanggapan Pelanggan

Seorang pelanggan, Ridho, mengaku mengetahui adanya kenaikan harga onderdil sepeda motor, terutama oli mesin. Namun, ia hanya mengetahui kenaikan harga pada salah satu merek oli sehingga belum mengetahui perubahan harga merek lainnya.

Ia mengatakan menggunakan oli mesin merek Shell jenis Synthetic Based. Pada Februari hingga Maret 2026, oli tersebut masih dijual seharga Rp65 ribu.

"Pada Februari atau Maret 2026 masih di harga Rp65 ribu. Kemarin saat diganti pada April menjadi sekitar Rp75 ribu. Oli yang saya lihat dipajang juga harganya berubah semua," katanya.

Ia berharap nilai tukar dolar terhadap rupiah dapat lebih stabil dan kembali menurun.

"Semoga bisa turun, jangan terlalu tinggi harganya," harapnya.

Di sisi lain, pelanggan bengkel lainnya, Rafly, mengaku belum merasakan adanya kenaikan harga oli karena terakhir mengganti oli pada Februari lalu.

Ia juga belum mengetahui adanya kenaikan harga onderdil lain seperti busi dan belum mendengar kenaikan yang signifikan.

Meski demikian, ia berharap tidak terjadi kenaikan harga onderdil sepeda motor secara signifikan.

"Harapan kami beberapa pekan ke depan dolar bisa sedikit turun agar harga barang apa pun tidak naik," pungkasnya.

(Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: Siap Touring Jarak Jauh, Maksimalkan Servis di Bengkel Resmi Yamaha

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.