SURYA.CO.ID, SURABAYA - Program Studi Magister Manajemen (MM) Universitas Ciputra (UC) Surabaya menerapkan metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) sejak semester pertama.
Langkah taktis ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membangun bisnis, mengembangkan karier profesional, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Ciputra Surabaya, Dr Metta Padmalia S.Si., M.M., CPM (Asia), menegaskan bahwa perkuliahan di MM UC dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan bisnis maupun karier sejak awal masa studi.
"Kuliah S2 di UC tidak hanya memberikan gelar, tetapi juga membantu mahasiswa membangun bisnis, memperluas jejaring dan mempercepat karier. Mahasiswa belajar melalui pengalaman nyata yang dapat langsung diterapkan," ujar Dr Metta.
Mahasiswa memulai proses pembelajaran melalui mata kuliah Business Opportunity Creation untuk mengidentifikasi peluang usaha dan membaca tren pasar.
Selanjutnya, mereka dapat memilih salah satu dari dua jalur praktis:
Berbeda dengan program magister konvensional yang berfokus pada riset akademik murni, tesis di MM UC berbasis proyek (project-based thesis).
Dengan sistem ini, hasil penelitian mahasiswa dapat langsung diimplementasikan pada bisnis yang sedang mereka kembangkan.
"Ketika lulus, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan tesis, tetapi juga memiliki kesiapan bisnis atau bahkan bisnis yang sudah berjalan," tambah Dr Metta.
Implementasi nyata dari pembelajaran ini ditampilkan dalam ajang UC Entrepreneur Fest S2 yang digelar di Ciputra World Surabaya pada 5 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi puncak proses experiential learning mahasiswa, setelah menjalani berbagai proyek bisnis sepanjang semester.
Melalui ajang ini, mahasiswa memamerkan produk dan layanan, membangun branding, mempresentasikan bisnis kepada publik, serta menjajaki peluang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
MM UC juga menghadirkan pemangku kepentingan penting seperti Kementerian UMKM, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Kadin Jawa Timur, investor, mentor hingga mitra industri.
Selain itu, MM UC memfasilitasi mahasiswa yang ingin berkarier di korporasi melalui jalur Ready Career Professional (RCP). Jalur ini, menyediakan pendampingan intensif agar mahasiswa siap memasuki perusahaan impian dengan sistem apresiasi penghargaan di setiap semester.
Untuk melatih inovasi dan kepemimpinan, mahasiswa dibekali program Leadership Training, Entrepreneur Development Program, serta Real Business Solution.
Pada program terakhir, mahasiswa diterjunkan langsung untuk memecahkan kasus nyata dari perusahaan mitra, seperti Helmig's Company.
MM UC juga mengintegrasikan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak dalam kurikulum.
Senada dengan itu, Dr Rangga Adi Wijaya S.E., M.M., M.Si., Dosen MM UC sekaligus Ketua Panitia Lapangan Exhibition, mengingatkan pentingnya penggunaan AI secara kritis.
"Jangan sampai kita memberikan pikiran kita kepada mesin. AI harus menjadi alat bantu untuk mencapai tujuan, bukan menggantikan cara berpikir kita," tegas Dr Rangga.
Ia juga menekankan pentingnya metode inverse thinking atau berpikir terbalik untuk membantu mahasiswa merumuskan solusi bisnis kreatif.
Melalui ekosistem kolaboratif yang menghubungkan mahasiswa S1 dan S2, MM UC berkomitmen mewujudkan iklim belajar yang inklusif demi menghasilkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.