Selain Lamongan, Sejumlah SPPG di Bondowoso, Lumajang, dan Jember Juga Pilih Libur Sementara
Adrianus Adhi June 09, 2026 05:32 PM

SURYA.co.id, Surabaya - Sejumlah daerah di Jawa Timur menutup sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akibat belum cairnya dana operasional. Kondisi ini berdampak pada distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dan masyarakat.

Koordinator SPPG Bondowoso, Mila Afriana Agustina, membenarkan ada 23 SPPG yang tidak beroperasi pada 8 Juni 2026.

Ia menegaskan, per 9 Juni hanya tersisa enam SPPG yang belum cair dan proses pencairan sedang berjalan.

“Laporan sementara sisa 6 SPPG belum cair. Bisa jadi hari ini cair lagi,” ujarnya.

Di Lumajang, Kepala Pelaksana SPPG Della Ayu Faradhika menyebut ada 19 dapur MBG berhenti sementara.

“Betul ada beberapa SPPG yang mengalami kendala demikian. Ada 19 SPPG, berhenti operasional sementara 1 atau 2 hari,” ujarnya.

Baca juga: MBG Lamongan Libur Sementara, Sejumlah SPPG di Lamongan Hentikan Aktivitas karena Faktor Dana

Ia menambahkan pencairan dana sudah dilakukan sore hari sehingga operasional akan kembali normal.

Mitra SPPG Sukosari Jatiroto Lumajang, Bahrul, mengatakan dapurnya sempat berhenti sehari.

“Betul tadi tidak beroperasi, tapi besok operasional sudah jalan lagi, tadi dananya sudah masuk,” jelasnya.

Sementara SPPG Rogotrunan tidak terdampak karena masih memiliki cadangan dana hingga dua minggu ke depan.

Di Lamongan, sejumlah SPPG di Kecamatan Turi sepakat menghentikan operasional pada 8 Juni.

Korwil SPPG Turi, Ahmad Arif Fathoni, menyebut ada lima SPPG yang libur. “Teman-teman sepakat libur hari ini karena anggaran belum cair dari BGN,” katanya.

Fathoni menjelaskan keterlambatan pencairan membuat pengelola kesulitan membeli bahan baku.

Salah satu SPPG, Polres 2 atau Geger 2, tetap beroperasi terbatas karena sudah terlanjur memesan bahan.

Kepala SPPG Putatkumpul, Arifudin, juga mengaku menghentikan operasional sementara. “Libur sementara,” ujarnya.

Di Jember, sejumlah dapur MBG berhenti karena dana bantuan pemerintah belum cair.

Murid di SDN Tegalbesar 3, TK Arni, SDN Kepatihan 5, dan SMPN 3 Jember tidak menerima MBG.

“Hari ini anak saya tidak mendapatkan MBG,” kata seorang wali murid.

Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, mengonfirmasi penghentian operasional dua SPPG di Sumbersari dan Kaliwates.

“Pemkab Jember mendukung penuh upaya Presiden Prabowo Subianto memperbaiki program MBG secara nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan rekomendasi penutupan diberikan karena ada kasus keracunan dan kebakaran.

Dampak dan Harapan ke Depan

Kondisi penutupan SPPG di berbagai daerah menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan program MBG.

Para wali murid berharap pemerintah segera mencairkan dana agar anak-anak kembali menerima makanan bergizi.

Para pengelola berharap pemerintah pusat melalui BGN segera memperbaiki mekanisme pencairan.

Mereka menilai keterlambatan dana tidak hanya mengganggu operasional, tetapi juga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Dengan adanya evaluasi nasional, diharapkan sistem distribusi MBG lebih transparan dan akuntabel. Pemerintah daerah juga diminta aktif mengawasi agar tidak terjadi pelanggaran yang merugikan masyarakat.

(Sri Wahyuni, Sinca Ari, Imam Nawawi, Hanif Manshuri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.