Puskesmas Prafi Kekurangan Dokter, Dinkes Manokwari Pastikan Perbaikan Pelayanan
Roifah Dzatu Azmah June 09, 2026 05:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COMl, MANOKWARI - Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari menindaklanjuti temuan Anggota DPRK Manokwari terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Prafi, khususnya mengenai ketersediaan tenaga dokter dan pelayanan pasien rawat inap.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah DPRK yang telah menjalankan fungsi pengawasan, sekaligus memberikan masukan untuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurut Takdare, salah satu persoalan yang saat ini dihadapi Puskesmas Prafi adalah keterbatasan tenaga dokter.

Baca juga: Mahasiswa Yahukimo Klarifikasi Pamflet Kontroversial, Minta Maaf ke Bupati

Dari kebutuhan yang ada, puskesmas tersebut saat ini hanya memiliki satu dokter yang harus menangani pelayanan rawat jalan dan rawat inap secara bersamaan.

“Di Puskesmas Prafi kita masih kekurangan tenaga dokter. Saat ini tenaga dokter tinggal satu orang sehingga kami akan berupaya merekrut dokter kembali karena pelayanan dokter sangat dibutuhkan, apalagi Puskesmas Prafi merupakan puskesmas perawatan,” kata Alexander Takdare, Selasa (9/6/2026).

Takdare menjelaskan, sistem pelayanan pasien rawat jalan dan rawat inap memiliki mekanisme yang berbeda. 

Dalam pelaksanaannya, dokter harus terlebih dahulu memberikan pelayanan kepada pasien rawat jalan, sebelum melakukan visite atau pemeriksaan terhadap pasien yang menjalani perawatan inap.

Baca juga: Polres Fakfak Kedepankan Dialog, Akses Jalan ke Bandara Siboru Kembali Normal

Karena itu, saat kunjungan anggota DPRK ke Puskesmas Prafi beberapa waktu lalu, dokter kemungkinan masih berada di ruang pelayanan rawat jalan sehingga belum sempat melakukan pemeriksaan kepada pasien rawat inap.

Meski demikian, ia memastikan pelayanan terhadap pasien rawat inap tetap berjalan dan dokter melakukan pemeriksaan setiap hari sesuai kebutuhan pelayanan.

“Visite dokter bisa dilakukan pada pagi maupun sore hari, tergantung waktu pelayanan. Setelah pelayanan rawat jalan selesai, dokter akan melakukan pemeriksaan kepada pasien rawat inap,” ujarnya.

Selain persoalan keterbatasan tenaga dokter, Dinas Kesehatan juga menanggapi keluhan mengenai pembayaran gaji dokter yang disebut belum diterima selama enam bulan terakhir.

Takdare memastikan hak tenaga kesehatan tersebut telah diusulkan untuk dibayarkan dan saat ini tinggal menunggu penyelesaian administrasi pada bidang keuangan pemerintah daerah.

“Gaji dokter selama enam bulan sudah kami usulkan. Memang ada penyesuaian dan perbaikan sistem keuangan di pemerintah daerah sehingga prosesnya sedikit terlambat. Namun kami optimistis dalam satu hingga beberapa hari ke depan pembayaran gaji tersebut dapat diselesaikan,” jelasnya.

Baca juga: Bawang Merah Tembus Rp80.000 per Kg di Pasar Thumburuni Fakfak Papua Barat

Takdare menegaskan berbagai masukan yang disampaikan DPRK Manokwari akan menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, perhatian terhadap Puskesmas Prafi sangat penting karena fasilitas kesehatan tersebut merupakan salah satu puskesmas perawatan yang melayani masyarakat di wilayah Distrik Prafi.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan pengawasan dari DPRK. Semua masukan yang disampaikan akan menjadi evaluasi bagi kami untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.